Minta Tambah Jatah Vaksin

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB meminta Pemerintah Pusat untuk menambah jatah vaksin untuk pelaku wisata. Vaksinasi bagi pelaku wisata dinilai sangat penting, mengingat NTB adalah destinasi super prioritas di Indonesia untuk meyakinkan wisatawan berkunjung ke daerah ini.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., mengatakan saat ini, Pemerintah Pusat meminta Pemda untuk menggenjot vaksinasi untuk lansia dan guru. Capaian vaksinasi lansia dan guru menentukan untuk droping vaksin dari Pemerintah Pusat.

Iklan

“Vaksin juga jumlahnya terbatas. Saya sempat kemarin menyampaikan ke Menteri Pariwisata minta pengecualian untuk NTB. Karena NTB destinasi super prioritas, tambah lah jatah vaksin kita untuk meyakinkan bahwa daerah-daerah pariwisata bisa menjadi green area (zona hijau),” kata Wagub dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 12 April 2021.

Selain lansia dan guru, Wagub meminta agar pelaku wisata juga diprioritaskan divaksinasi Covid-19. Ia menyebut, saat ini, sudah ada 5.000 pelaku wisata yang sudah divaksinasi Covid-19 di NTB.

Pihaknya menginginkan, semua pelaku wisata yang berada di daerah atau destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan agar divaksinasi. “Kami meminta, jangan dihitungnya berdasarkan jumlah lansia dan guru yang sudah divaksin. Tetapi hitung NTB ini adalah destinasi super prioritas. Sehingga jatah untuk pelaku pariwisata juga dimasukkan di situ,” katanya.

Wagub menjelaskan, sekitar 5.000 pelaku wisata yang sudah divaksinasi Covid-19, berada di KEK Mandalika, Senggigi dan Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air). “Kita ingin semua daerah-daerah wisata yang banyak dikunjungi itu bisa tervaksinasi dengan cepat,” imbuhnya.

Dengan percepatan vaksinasi bagi pelaku wisata ini, kata orang nomor dua di NTB ini, merupakan ikhtiar mengubah NTB menjadi daerah yang lebih aman dari Covid-19. Selain vaksinasi, Wagub meminta masyarakat tetap patuh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kalau kita mau orang banyak ke tempat kita, kewajiban kita untuk menekan penyebaran Covid-19. Dengan cara membiasakan penerapan protokol kesehatan di NTB. Jadi, yang harus kita lakukan terus menerus mengedukasi masyarakat penerapan 5M. Orang datang ke NTB itu, kita itu kondisinya harus aman. Untuk bisa kondisi aman, harus bisa disiplin,” tandasnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional