Minimalisir Potensi Konflik, Ummat Ajak Pemuda Lanjutkan Pendidikan

Tim Pengabdian Masyarakat Ummat memberikan edukasi untuk minimalisir konflik di Desa Bajur Kecamatan Labuapi Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Guna meminimalisir terjadinya konflik di tengah masyarakat, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) bersama dengan Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia  Baznas (BCB) dan Forum Mahasiswa Bidikmisi Desa Bajur (Formasi Bajur) menggelar kegiatan edukasi pada masyarakat Desa Bajur beberapa hari lalu.

Ketua Tim Pengabdian Dosen Ummat, Habiburrahman, M.Pd., menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya remaja dalam meminimalisir konflik yang sering terjadi di antara masyarakat.

Iklan

Selain edukasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan solusi kepada generasi muda agar mengisi waktunya dengan hal-hal positif. Di antaranya dengan melanjutkan perkuliahan baik itu melalui jalur mandiri maupun beasiswa seperti beasiswa menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Cendekia Baznas.

“Dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, kalian akan mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang akan sangat bermanfaat bagi kalian ke depannya,”  ujarnya akhir pekan kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen melibatkan mahasiswa BCB Ummat dan Formasi Desa Bajur sebagai upaya pembinaan bagi mahasiswa dalam mengasah jiwa kemasyarakatan tentang fenomena yang terjadi di masyarakat.

Selain itu dengan kegiatan pengabdian semacam ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif terhadap desa binaan untuk meningkatkan SDM dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Kepala Desa Bajur Kecamatan Labuapi,  Ahmad Husni, S.H., berterima kasih atas dilaksanakannya kegiatan edukasi ini di desa mereka. Ia turut hadir memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk semangat melanjutkan kuliah sebagai upaya pembinaan mental kepribadian dan spiritual agar menghindari perilaku yang dapat menyebabkan konflik sosial.

“Saya selaku perwakilan dari masyarakat menyambut baik kegiatan ini agar dijadikan motivasi juga dan untuk para anak-anakku yang sedang kuliah agar terus semangat karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama jadi pergunakanlah sebaik-baiknya,” ujarnya.

Wakil Rektor III Ummat, Hafsah, S.Pd, M.Pd., memberikan motivasi kepada para siswa-siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan jembatan untuk mengenal dunia luar dan memperbaiki kehidupan.

“Dengan menempuh pendidikan, kita akan dapat melihat dunia lebih luas lagi dan kita akan mendapatkan kesempatan untuk itu jadi semangat lah untuk menggapai cita-cita kalian,” ungkapnya

Lebih jauh dia juga memberikan semangat kepada para pelajar agar jangan berputus asa walau terkendala ekonomi, karena ada banyak jalan yang bisa dilalui dengan adanya bantuan beasiswa seperti Beasiswa Cendikia Baznas dan Bidikmisi.

Hal ini dibuktikan oleh Islahul Ummah, Ketua Bidikmisi Desa Bajur yang hadir untuk menceritakan pengalamannya ketika mendapatkan KIP Kuliah. Ia mengaku KIP Kuliah sangat membantunya dalam memenuhi biaya selama kuliah

“Setelah lulus SMK saya ingin melanjutkan ke bangku perkuliahan, namun karena tidak mempunyai cukup biaya saya memutuskan untuk bekerja tetapi ketua yayasan menghubungi saya dan menawarkan KIP Kuliah, alhamdulillah saya lolos dan dapat melanjutkan kuliah di Ummat,” ujarnya

Selain itu, Sri Wahyuni sebagai penerima beasiswa Baznas Cendekia juga menceritakan pengalamannya dalam kesempatan itu “Usia bukan hambatan untuk terus belajar. Saya kuliah sambil melakukan pekerjaan sampingan dan ketika semester lima, alhamdulillah mendapatkan beasiswa Baznas yang sudah sangat membantu saya,” ungkapnya. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional