Minimalisir Covid-19, Lotim Tawarkan PSBD

Penerapan PSBD secara mandiri di Dusun Danger Utara Desa Danger Kecamatan Masbagik.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) semakin meluas. Hal tersebut terbukti dari jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Lotim terjadi di 20 kecamatan dari 21 kecamatan di Lotim dengan jumlah 29 kasus positif. Menyikapi hal ini, Kabupaten Lotim menawarkan untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Dusun (PSBD).

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik, MAP, Senin, 4 Mei 2020. Dikatakannya, terdapat enam poin yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Lotim melalui gugus tugas dalam penanganan Covid-19, sehingga sudah semestinya penerapan PSBD tersebut di Kabupaten Lotim.

Iklan

Sekretaris Gugus Tugas Pennaganan Covid-19 Lotim ini mengungkapkan, terdapat beberapa desa yang sudah secara mandiri sudah menerapkan hal tersebut. Itupun dapat menjadi contoh yang cukup baik untuk diikuti. Paling tidak siapa saja yang masuk ke dusun tersebut dipastikan memakai masker serta menyiapkan sarana cuci tangan di depan gang atau RTnya masing-masing, sehingga orang yang keluar masuk dari dusun tersebut dalam kondisi tangan bersih dan memakai masker. Apalagi kalau bisa ada satu pintu masuk atau keluar dari dusun tersebut. Penerapan inipun diyakini dapat mencegah terjadinya kriminalitas.

Terpisah, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy,MM., mengungkapkan penerapan PSBD sudah diberlakukan, seperti di Kota Selong dilakukan pembatasan interaksi sosial masyarakat dengan melakukan penutupan akses jalan dari simpang 4 PTC Pancor. Artinya jalur utama yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa paling tidak dapat dihindari terutama di pusat-pusat perbelanjaan.

Disinggung terkait meruginya sejumlah pengusaha di lokasi tersebut, bupati mengaku sangat menyayangkan keluhan yang disampaikan oleh para pengusaha tersebut. Sementara, kata dia, keuntungan atau laba sudah didapatkan begitu besar selama 11 bulan dalam satu tahun. Sedangkan pemerintah hanya melakukan pembatasan hanya 14 hari. Untuk itu, ia berharap adanya kerjasama dari para pengusaha untuk keselamatan bersama dengan terhindar dari wabah Corona.  (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional