Minim, Warga Dompu Ikuti Program Beasiswa Pemprov NTB

Pj Sekda Dompu, H MokH. Syaiun HAZ, SH, MSI bersama sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti Novila pada kegiatan sosialisasi terbatas di ruang kerja Sekda Dompu, Minggu, 13 Juni 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Program beasiswa pendidikan ke Luar Negeri (LN) bagi warga NTB menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan wakil Gubernur NTB untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dari 500an warga NTB yang mendapat beasiswa ke LN, baru 10 orang dari Kabupaten Dompu. Pemerintah daerah (Pemda) Dompu didorong ikut mensosialisasi program ini agar lebih massif dan lebih banyak warga Dompu mendapat beasiswa.

Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti Novila A.S., M.TESOL langsung menemui Pj Sekda Dompu bersama timnya untuk mensosialisasi kembali program berasiswa bagi warga NTB dari pemerintah Provinsi NTB di ruang Sekda Dompu, Minggu, 13 Juni 2021. Dikatakan Sri Hastuti Novila, program beasiswa ke LN dari Provinsi NTB ini sudah berjalan sejak 2018 dan 500an peserta yang sudah dikirim. Dari jumlah itu, keterwakilan putra putri di daerah sangat rendah. “Dari lima ratusan yang sudah dikirim ke luar negeri, dari Kabupaten Dompu tidak lebih dari 10 orang,” katanya.

Iklan

Program rumah bahasa untuk mendukung warga yang ingin mendapatkan beasiswa ke LN di Dompu juga sangat minim kepesertaannya. Dari dua kelas disediakan, hanya satu kelas terisi. Kurang minatnya masyarakat atau akses informasi yang minim sebagai penyebab, membuat tim penjaringan beasiswa Provinsi NTB meminta dukungan Pemda Dompu untuk lebih dimassifkan informasinya ke masyarakat.

Malaysia dan Polandia menjadi negara tujuan utama beasiswa ke luar negeri Pemprov NTB. Seluruh biaya pendidikan dan pembiayaan ditanggung Pemprov NTB, kendati dengan jumlah yang pas – pasan. Malaysia menjadi alternatif bagi mereka yang keterbatasan bahasa Inggris. Tapi juga sudah dibuka untuk tujuan Ceko, Turki, Rusia, Cina, dan Taiwan. Untuk tujuan Rusia dan Cina, beasiswa ditanggung negara tujuan dan Pemprov NTB mendapat akses khusus dalam menentukan pesertanya. “Beasiswa ini, 80 persen untuk pendidikan S2,” ungkapnya.

Pemberian beasiswa bagi masyarakat NTB ini, tidak hanya untuk kuliah ke LN. Tapi ada juga ada beasiswa untuk dalam negeri. Jika beasiswa ke LN, ditanggung dari pemberangkatan hingga selesai kuliah. Tapi juga ada beasiswa untuk masyarakat miskin berprestasi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTB. Selain itu, ada beasiswa stimulan unggulan (BSU) di kampus selurun Indonesia yang penting warga NTB. Untuk BSU ini diperuntukan bagi mahasiswa D1 sampai S3 dan modelnya seperti bantuan sosial (Bansos). Sehingga harus ada pengajuan pembiayaan yang dibutuhkan. “Gubernur dan wakil Gubernur sangat konsen dengan pendidikan dan industrialisasi. Program beasiswa ini akan sangat membantu SDM kita,” kata kepala bagian Kesra, pelayanan dasar Pemprov NTB, Ahmad Muslim, S.Pd.

Pj Sekda Dompu, H MoH. Syaiun HAZ, SH pada kesempatan yang sama menyampaikan, program beasiswa dari Pemprov NTB masih sangat membantu menangani masalah peningkatan SDM yang dihadapi NTB. Namun program ini belum sesara massif tersosialisasikan ke masyarakat, termasuk ke pemerintah daerah (Pemda). Karena informasi yang kurang ini membuat warga Dompu tidak banyak yang ikut serta dalam program beasiswa Provinsi NTB. “Kami sangat berkepentingan dengan program ini dalam rangka menyiapkan SDM unggul,” kata H. Syaiun.

Ia pun berharap, program rumah bahasa untuk mendukung program beasiswa ke LN di Dompu tidak hanya difokuskan di STKIP/STIE YAPIS Dompu, tapi bisa disebar di setiap kecamatan dan minimal di 4 wilayah agar bisa diikuti oleh warga di kecamatan terjauh. “Kami pastikan, informasi ini akan kami sampaikan ke Bupati dan kami pastikan ini terlaksana di Dompu,” ungkapnya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional