Minim, Perusahaan Lokal Jadi Eksportir Benih Lobster

Ilustrasi benih lobster. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Seharusnya perusahaan lokal menjadi tuan di rumahnya sendiri. Mengelola potensi Benih Bening Lobster (BBL) di perairan selatan NTB yang kini diburu, setelah terbitnya Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP) No 12 Tahun 2020 tentang tata kelola lobster, kepiting dan rajungan.

Saat ini, puluhan perusahaan telah mengajukan diri untuk diverifikasi oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram agar mendapat izin dari Kementerian Kelautan Perikanan RI menjadi perusahaan pembudidaya dan pengekspor BBL. Sebanyak 30 perusahaan ingin mengambil BBL dari NTB.

Iklan

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi di ruang kerjanya, Rabu, 5 Agustus 2020, mengaku jumlah perusahaan yang mengajukan izin menjadi eksportir terus bertambah.

Sekitar 20-an perusahaan sudah diverifikasi. Per 31 Juli 2020, ada 15 perusahaan yang telah melalulintaskan BBL ke luar NTB. Nilainya mencapai Rp5,8 miliar dari total sebanyak 468.126 ekor BBL yang dikeluarkan setelah terbitnya Permen KP yang melonggarkan budidaya hingga ekspor benih lobster.

Suprayogi menyebut, dari 15 yang sudah mengirim keluar daerah, hanya ada tiga perusahaan yang diketahuinya perusahaan lokal. CV. Sinar Lombok, PT. Nusa Tenggara Budidaya, PT. Gerbang Lobster Nusantara.

“Sisanya dari perusahaan luar semua. Tapi orang lokal bermitra dengan perusahaan-perusahaan luar ini,” ujarnya.

Minimnya perusahaan lokal ambil bagian, diperkirakan karena kurangnya jaringan luar negeri. Terutama jaringan ke Vietnam yang menjadi pasar utama ekspor lobster. Sehingga sumber daya alam lobster yang cukup besar di NTB, sebagian besarnya dikelola oleh perusahaan-perusahaan dari luar NTB.

“Bukan berarti rugi sama sekali. Tidak. Karena orang-orang lokal ini banyak bermitranya dengan perusahaan-perusahaan luar yang mengekspor,” imbuhnya. Harga pembelian benih lobster di tingkat nelayan rata-rata Rp11.000/ekor untuk benih lobster jenis pasir, dari Rp30.000/ekor untuk benih lobster jenis mutiara. informasi yang diterima Suprayogi, di Vietnam harga jualnya mencapai Rp200.000/ekor.

Pemerintah telah menetapkan enam bandara untuk melalulintaskan langsung benih lobster keluar negeri. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta Tangerang, Bandar Udara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali, Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Bandar Udara Internasional Kualanamu, dan Bandar Udara Internasional Lombok.

 “Untuk sementara ini, ekspor langsung benih lobster dilakukan dari bandara di Jakarta. Lima bandara lainnya belum boleh sementara sampai keluarnya tarif terbaru PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Ekspor dari bandara internasional di Jakarta dilakukan oleh perusahaan dengan menempatkan jaminan senilai tertentu di bank yang ditunjuk pemerintah.

“Kalau sudah tarif PNBP ditetapkan Sri Mulyani (Menteri Keuangan), ekspor benih lobster bisa dilakukan langsung dari Bandara Lombok,” ujarnya. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here