Minim, Pendaftar Sekolah Negeri di Pinggiran Kota

Kepala KCD Lobar-Mataram, Lalu Basuki Rahman saat melakukan pemantauan ke sekolah dalam rangka PPDB.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA negeri yang terletak di wilayah pinggiran kota relatif jauh lebih sedikit dibandingkan pendaftar sekolah negeri di tengah kota. Dikhawatirkan, tidak seimbangnya jumlah pendaftar itu karena pola pikir masyarakat yang masih memandang sekolah tertentu sebagai sekolah favorit.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB di Lombok Barat (Lobar)-Mataram, Dr. Lalu Basuki Rahman pada Senin, 5 Juli 2021 menyampaikan, dari hasil pemantauan pihaknya, secara umum kuota calon siswa baru yang telah ditetapkan melalui petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun ajaran 2021/2021 belum terpenuhi di beberapa sekolah.

Iklan

Ia menyebutkan SMA di Lobar yang kuotanya terpenuhi yaitu SMAN 1 Gunungsari dan SMAN 1 Gerung. SMA di Kota Mataram yang kuotanya terpenuhi yaitu SMAN 1 Mataram, SMAN 2 Mataram dan SMAN  5 Mataram.

“Bahkan ada masalah interval yang jauh antar sekolah di pusat kota dengan pinggir kota. Sekolah di tengah kota mempunyai pendaftar yang banyak melampaui kuota sedangkan yang lain pendaftarnya jauh di bawah kuota,” ungkap Lalu Basuki.

Lalu Basuki menyebutkan, salah satu penyebab sekolah-sekolah tertentu belum terpenuhi kuota siswa barunya, karena pola pikir masyarakat masih berpatokan sekolah favorit dan tidak favorit. Padahal, ia menegaskan, PPDB sistem zonasi ini mengutamakan pemerataan akses dan mutu sekolah.

“Point penting adalah semua sekolah mendapatkan siswa sesuai ruang kelas dan semua siswa memperoleh dan dapat masuk sekolah. Tujuan PPDB kan pemerataan akses dan mutu pendidikan, serta meningkatkan angka partisipasi sekolah, baik APM maupun APK,” ujarnya.

Salah satu SMA negeri yang kuotanya belum terpenuhi sampai dengan Senin, 5 Juli 2021, yaitu SMAN 8 Mataram. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti dihubungi pada Senin, 5 Juli 2021 mengakui kuota siswa baru belum terpenuhi. “Kuota belum terpenuhi,” jawabnya singkat.

Sebelumnya, Menurut Suprapti, salah satu alasan tidak terpenuhinya kuota siswa baru di SMAN 8 Mataram karena letak SMAN 8 Mataram yang berdekatan dengan sejumlah sekolah yang memiliki daya tampung besar. Di samping itu, zonasi kelurahan antara SMAN 8 dengan sekolah lainnya beririsan. “Di zonasi kami ini termasuk sekolah besar-besar daya tampungnya, tapi kelurahannya  itu irisan semua,” ujarnya.

Namun demikian, Suprapti mengakui, nantinya akan ada kebijakan di akhir PPDB untuk memasukkan siswa yang belum diterima di sekolah manapun ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Walau pun nantinya siswa itu bersekolah lintas zona tempat tinggalnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., ditemui sebelumnya mengakui jika sekolah yang belum terpenuhi kuota peserta didik baru dan calon peserta didik yang belum dapat ditampung di sekolah tempatnya mendaftar pada akhir masa pendaftaran, akan dilakukan pengaturan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional