Minim Informasi, Petani Porang Bentek Akui Tak Fokus

Prof. Suwardji menyerahkan bibit spora, katak dan umbi mini porang  kepada petani Desa Bentek. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Sebagai komoditas baru, porang atau Lombos belum banyak dibudidayakan masyarakat. Sebagian kelompok tani masih mengandalkan komoditas lama seperti kopi, kakao dan pisang. Dengan banyaknya informasi, termasuk pembinaan yang dilakukan Fasilitator Desa Sejahterakan Astra (DSA) dan Pemda KLU, petani mulai giat melakukan budidaya.

Ketua Kelompok Tani Lengkah Pakok, Dusun Todo, Desa Bentek, Purna, Kamis, 7 Oktober 2021, menyambut antusias adanya pendampingan kepada kelompok tani porang. Adanya pendampingan swasta dan pemerintah ini menurut dia, memberi peluang bagi petani untuk maju dan sejahtera dari komoditas yang dihasilkan.

Iklan

“Kelompok Tani Lengkah Pakok sudah sudah ada sejak lama, namun tidak fokus dengan tanaman porang, melainkan jenis tanaman hutan lainnya seperti kopi, kakao dan cengkeh,” sebutnya.

Purna melanjutkan, budidaya Porang sebenarnya sudah dimulai oleh kelompok. Namun jangkauan areal dan volume tanam masih sedikit. Di kalangan kelompok tani sendiri, budidaya porang rata-rata dilakukan di kawasan hutan kemasyarakatan.

“Kami berterima kasih dengan adanya pendampingan dari Unram dan pemerintah daerah dan tim,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, menyampaikan hal serupa. Pihak Desa Bentek, tambahnya, sangat mendukung pendampingan yang dilakukan melalui Program DSA Astra.

Untuk diketahui, pendampingan budidaya Porang murni bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani melalui porang. Selama 3 tahun ke depan, petani didampingi tidak hanya cara budidaya saja melainkan pembinaan pascapanen.

Sementara, Ketua Tim Pendamping DSA – Unram, Prof. Ir. H. Suwardji, M.App., Sc. Ph.D., menekankan dalam usaha kelompok, dibutuhkan komitmen dan kekompakan bersama seluruh anggota untuk memperkuat lembaga. Dengan modal itu, kelompok akan bisa membuat banyak hal untuk keberlangsungan bersama. “Salah satu yang menjamin kekuatan kelembagaan adalah kekompakan antar sesama anggota,” ucapnya.

Ia melihat, hasil produksi porang atas budidaya tahun 2017, Bentek menjadi penghasil porang terbesar kedua setelah Desa Sambik Elen. Ini membuktikan bahwa tanaman porang sangat berpotensi untuk dibudidayakan lebih luas lagi. Untuk itu pula, dirinya menyerahkan bantuan bibit porang dari Astra Internasional. Bibit yang diterima pertani dalam bentuk bibit spora, katak dan umbi mini yang totalnya berjumlah 118.000 bibit. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional