Minim, Bank di NTB Buka Layanan Laku Pandai

Mataram (suarantb.com) – Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai) yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI di NTB belum dilaksanakan dengan optimal. Diakui Ketua OJK NTB, Yusri baru tujuh bank yang membuka layanan Laku Pandai. Demikian disampaikannya pada suarantb.com, Minggu, 23 Oktober 2016 usai menghadiri acara Geraiku di LEM.
“Memang belum semua bank yang menerapkan Laku Pandai. Lebih kurang tujuh banklah. Ada BRI, Mandiri, BNI, ada beberapa bank swasta lainnya,” ujarnya.

Yusri mengharapkan semua bank di NTB bisa segera menerapkan program Laku Pandai, terutama perbankan. Sesuai dengan PP Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Presiden menetapkan target akses masyarakat dewasa ke industri keuangan di akhir 2019 minimal 75 persen. Sedangkan data Global Indeks 2014 baru menujukkan angka 36 persen.

Iklan

Salah satu bank yang diharapkannya segera menerapkan Laku Pandai adalah Bank NTB.

“Saya harapkan juga Bank NTB sebagai bank tuan rumah di NTB. Di program kerjanya dia tahun ini akan launching Laku Pandai,” harapnya.

Akan tetapi, Yusri menekankan penerapan Laku Pandai membutuhkan IT yang mumpuni.
“Harus disiapkan IT nya, kalau IT nya tidak siap nanti timbul masalah,” imbuhnya.

Program Laku Pandai bertujuan mendekatkan jangkauan industri keuangan pada berbagai lapisan masyarakat. Terutama masyarakat di NTB, masih banyak yang belum mendapat layanan dari industri keuangan. Program Laku Pandai menjadi salah satu jembatan akses masyarakat. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak tahu tentang industri keuangan dan tidak dilayani industri keuangan. (ros)