Miliki 10 Poket Sabu, Warga Maluk Diringkus Polisi

Dua terduga pengedar yang diamankan di Mapolres KSB, Rabu, 5 Februari 2020.(SuaraNTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sumbawa Barat kembali berhasil mengamankan seorang terduga pengedar narkoba jenis sabu, Rabu, 5 Februari 2020.

Pelaku yang diketahui berinisial DR (17) dan YL (19) tidak bisa berkutik pada saat dilakukan penangkapan setelah sebelumnya dibuntuti oleh petugas. Sementara dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan 10 poket sabu dengan berat sekitar 9,63 gram yang sengaja dibuang untuk menghilangkan barang bukti.

Iklan

“Tersangka berhasil kita tangkap setelah kita ikuti dari dengan tujuan Maluk untuk menjual barang tersebut. Pada saat kita tangkap, memang tidak ada barang bukti tetapi setelah kita desak mereka mengaku sudah membuang barang tersebut di bukit Mantun. Tidak mau kehilangan barang bukti, akhirnya keduanya kita bawa dan memang 10 poket sabu itu ada di lokasi tempat mereka membuangnya,” ungkap Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasat Narkoba, Iptu Budiman Perangin Angin, SH, kepada Suara NTB, Rabu, 5 Februari 2020.

Menurutnya, penangkapan terhadap kedua tersangka ini, berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di wilayah Maluk. Petugas sudah mengintai sejak lama itu, langsung mengikuti ke arah yang dituju oleh tersangka kemudian dilakukan penangkapan. Penangkapan terhadap pengedar sabu ini menjadi kasus kesekian kalinya yang berhasil terungkap pihak terkait sejak tahun 2020.

Sementara itu, berdasarkan hasil pengakuan pelaku, barang haram ini dibeli dari pengedar yang berada di Taliwang untuk kembali dijual di Maluk. Pihaknya juga terus mendalami tersangka lain dalam kasus tersebut mengingat barang bukti yang diamankan cukup banyak dan tersangka ini juga masih berusia sangat muda.

Kendati demikian, pihaknya akan terus mengatensi merebaknya kasus ini di beberapa bulan belakangan ini. Selain itu, pihaknya juga tetap menghimbau kepada orang tua untuk tetap mengawasi pergaulan putra-putrinya karena pereradaran barang haram di KSB sudah cukup memprihatinkan.

“Narkoba ini tetap akan menjadi atensi kami, kami juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Sehingga kasus penyalahgunaan narkoba bisa semakin ditekan di KSB, ” tandasnya. (ils)