Meski TKP di Singapura, Kasus Penghinaan TGB Tetap Diusut Polri

Mataram (Suara NTB) – Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, meski dugaan penghinaan terhadap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi terjadi di Singapura, kasus itu tetap bisa ditangani Kepolisian Republik Indonesia.

“Tindak pidana diskriminasi ras dan etnis diduga terjadi di Bandara Changi, Singapura, di dalam pesawat saat perjalanan, dan di Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya, Jumat, 21 April 2017.

Iklan

Menurutnya, tindak pidana yang terjadi di luar wilayah hukum RI, polisi tetap bisa melakukan penyelidikan. “Tindak pidana dilakukan WNI di luar negeri bisa disidik dan diproses hukum di Indonesia,” sebutnya.

Penyelidikan itu, lanjut Irwan, akan diarahkan masuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam kasus itu, kepolisian menerima tiga laporan berbeda dengan terlapor Steven Hadisurya Sulistyo.

Yaitu laporan Gerakan Pribumi Berdaulat NTB yang diterima Senin, 17 April 2017 ke Polda NTB, laporan Masyarakat Tionghoa sehari berselang, dan laporan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bersama Nahdlatul Wathan DKI Jakarta di Jakarta ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu terkait dugaan penghinaan seperti diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Nanti kita koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya apakah laporan ini akan disatukan. Ini hanya soal mekanisme penanganan perkara saja,” pungkasnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here