Meski Sudah Simulasi, Pembukaan Sekolah hanya di Zona Hijau dan Kuning

 Yusuf (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Simulasi pembelajaran tatap muka dilaksanakan di SMAN, SMKN, dan SLBN di seluruh kabupaten/kota di semua zona penyebaran Covid-19. Meski demikian, jika hasil simulasi berhasil, pembukaan belajar mengajar tatap muka di sekolah harus tetap mematuhi Revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, yaitu hanya daerah zona hijau dan zona kuning penyebaran Covid-19 yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Yusuf pada Kamis, 17 September 2020 mengatakan, PGRI tetap mengacu pada regulasi yang telah dikeluarkan yaitu Revisi SKB empat menteri. Ada beberapa kebijakan yang penting terkait pembukaan sekolah yaitu hanya daerah zona hijau dan zona kuning penyebaran Covid-19 yang diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka dengan mengacu protokol kesehatan cegah Covid-19. Selain itu, satuan pendidikan wajib mengisi daftar isian kesiapan sekolah. Juga adanya persetujuan orang tua siswa dan komite sekolah.

Iklan

Terkait dengan simulasi pembelajaran tatap muka di SMAN, SMKN, dan SLBN tetap harus kembali kepada regulasi yang ada. “Apakah simulasi berhasil atau tidak, jika sekolah masih berada pada zona oranye atau merah dilarang membuka pembelajaran tatap muka. Jangan sampai ada klaster baru penyebaran Covid-19 yaitu klaster sekolah. Kita harus menjaga keselamatan dan kesehatan siswa guru dan tenaga kependidikan,” tegas Yusuf.

Persyaratan dibukanya pembelajaran tatap muka tidak hanya sebatas berada di zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19, ada juga persyaratan yang harus dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan ketua gugus tugas Covid-19 di daerah setempat. Yusuf menegaskan, daerah yang masih berada pada zona oranye dan merah dengan tegas dalam keputusan revisi SKB empat menteri disebutkan tetap belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan mengatakan tujuan dari simulasi pembelajaran tatap muka untuk mempersiapkan diri menuju tatanan baru. “Revisi SKB 4 menteri itu, zona hijau dan kuning boleh menggelar pembelajaran tatap muka, kita menuju zona kuning. Ini kita praktikkan dulu, agar jangan kaget nanti, kalau kaget kembali ke kondisi tidak terkendali, jadi masalah lagi,” ujarnya.

Pihaknya melakukan evaluasi internal kegiatan simulasi per minggu. Nantinya setelah kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka berakhir di pekan ketiga dari yang direncanakan akan dilaporkan ke gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. (ron)