Meski Masuki Musim Hujan, Masyarakat NTB Masih Krisis Air Bersih

Distribusi air bersih di beberapa daerah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Bima. (Suara NTB/pusdalops_bpbdntb)

Mataram (Suara NTB) – Meskipun NTB sudah memasuki musim hujan, namun sejumlah daerah masih mengalami krisis air bersih. Seperti di wilayah paling timur NTB, yaitu Kabupaten Bima.

Kepala Pelaksana BPBD Bima, Aries Munadar, S.T., M.T., menyebutkan sebanyak 39 desa di 10 kecamatan masih ada yang mengalami krisis air bersih. ‘’Hujan sudah turun secara sporadis tetai beberapa wilayah kami masih krisis air bersih,’’ kata Aris dikonfirmasi, Jumat, 20 November 2020.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bima sejak tanggal 1 September 2020 sudah menetapkan  status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari. Dan masih melakukan droping air bersih di berapa kecamatan.

‘’Untuk lokasi-lokasi yang memiliki armada Damkar, BPBD kabupaten Bima juga memberdayakan Damkar dalam membantu operasi air bersih di desa-desa, hal ini untuk menyiasati keterbatasan armada yang ada dengan melibatkan para camat,’’ terangnya.

Petugas Pengendali Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD NTB yang juga Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Kedaruratan BPBD NTB, Ibrahim Kurniawan, mengatakan sampai 19 Oktober 2020, sebanyak 5 kabupaten/kota telah menetapkan siaga darurat kekeringan dan 4 kabupaten menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan di NTB.

Ia menyebutkan data kondisi kekeringan dari 9 kabupaten/kota yaitu 77 kecamatan, 370 desa dan 208.891 KK atau 742.657 jiwa. Ia menyebutkan ada tambahan 3 desa di Kota Bima yang mulai terdampak kekeringan.

‘’Saat ini kabupaten/kota berupaya mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang sudah mulai merasakan dampak dari bencana kekeringan,’’ ujarnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here