Meski Covid, Realisasi KUR BRI Mencapai Rp1 Triliun

Bayu Adityo. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTB nampaknya masih cukup menggembirakan. Meski di tengah tekanan Covid-19, per semester I 2021 ini, realisasi KUR bahkan mencapai Rp1 triliun.

Tahun 2020 lalu, realisasi KUR di NTB mencapai Rp1,5 triliun. Akumulasi KUR yang disalurkan enam cabang BRI di provinsi ini. BRI Cabang Mataram, BRI Cabang Praya, BRI Cabang Selong, BRI Cabang Sumbawa Besar, BRI Cabang Dompu, dan BRI Cabang Bima. Tahun 2021 ini, target penyaluran KUR di NTB sebesar Rp1,9 triliun, kata Pimpinan Cabang BRI Mataram, Bayu Adityo. Per Mei 2021 ini, realisasi KUR sudah mencapai Rp900 miliar.

Iklan

“Juni-Juli sudah tembus Rp1 triliun,” katanya ditemui di Mataram, Rabu, 28 Juli 2021. Bayu menegaskan, realisasi KUR ini terinci untuk usaha-usaha pertanian secara luas, dan perdagangan. Sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura terbesar komposisi penyalurannya sekitar 40 persen, perdagangan 30 persen, peternakan 20 persen dan sisanya adalah kelautan perikanan.

Melihat sebarannya, realisasi KUR terbesar di BRI Cabang Mataram (25 persen) yang membawahi tiga wilayah kabupaten/kota. Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara. Kemudian disusul realisasi terbesar kedua adalah BRI Cabang Selong/Lombok Timur sebesar 20 persen, menyusul cabang Sumbawa Besar, kemudian Cabang Praya, dan terkecil adalah cabang Bima Dompu.

Ditengah kondisi ekonomi global seperti ini, kredit-kredit yang disubsidi pemerintah yang masih bertahan. Sementara kredit komersil, apapun bentuknya cenderung stagnan karena ekonomi lesu. “Kredit perumahan saja yang masih bisa laku KPR subsidi,” jelas Bayu. Kondisi ekonomi lesu, namun target harus tetap lebih tinggi dibanding sebelumnya.  Agar ekonomi juga tetap bergerak. Untuk itu, penyaluran KUR , lanjut Bayu harus tetap optimal, dengan tetap mengedepankan protokol Covid-19.

Dari sisi pelayanan, pekerja maupun lingkungan kerja, harus menerapkan protokol Covid-19 yang ketat. Demikian juga proses pemberkasan syarat-syarat pencairan kredit, dapat dituntaskan dengan tanpa harus tatap muka (paperless). Cukup dilakukan dengan memanfaatkan smarphone calon nasabah. “Pencairannya juga dilakukan secara non tunai. Ditransfer langsung. Tinggal dicek di rekeningnya sama nasabah,” ujarnya.

KUR adalah salah satu kemudahan dan keringan kredit yang disubsidi oleh pemerintah kepada masyarakat untuk mendukung perekonomian. KUR teridiri KUR super mikro dengan kredit maksimal sampai Rp10 juta. KUR mikro dengan kredit maksimal sampai Rp50 juta, dan KUR kecil dengan maksimal kredit sampai Rp500 juta. “Selain bunganya kecil, tingkat kredit macetnya juga kecil. Dibawah 2 persen,” demikian Bayu. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional