Mesin Penyulingan Air Bantuan Jepang Senilai Rp2,41 Miliar Mangkrak

Taliwang (Suara NTB) – Mesin penyulingan air bersih di desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, kini menjadi barang mangkrak. Bahkan kondisi tersebut, sudah terjadi sejak tiga bulan lalu, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dari Pemerintah guna memperbaiki aset yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat tersebut.

Kondisi saat ini sangat disayangkan masyarakat, lantaran bantuan hibah Pemerintahan Jepang yang ditaksir bernilai Rp2,41 miliar tersebut, tidak lagi bermanfaat karena mengalami kerusakan.

Iklan

“Selama ini kami selalu mengandalkan keberadaan mesin tersebut untuk bisa memunuhi kebutuhan air bersih. Tetapi karena kondisinya sudah rusak, maka kami terpaksa mengonsumsi air sungai dan sumur yang kami miliki. Kondisi ini terpaksa kami dengan sekolah resiko yang ada, karena untuk perbaikan terhadap mesin penyulingan belum ada titik terang dari Pemerintah,” ungkap Pjs Kades Rarak Ronges, Hardianto, kepada Suara NTB, Jumat, 13 April 2018.

Dikatakannya, keberadaan mesin ini di desa Rarak Ronges sangat diharapkan kembali beroperasi. Dimana selama ini sekitar 300 kepala keluarga (KK) yakni di dusun Rarak dan Gong Datu sangat menggantungkan hidup dari mesin ini. Sementara untuk dusun Ronges, pihak desa juga sangat berharap supaya ada kebijakan daerah untuk bisa kembali mengintervensi masalah air bersih ini. Sehingga secara kesuluruhan warga di desa Rarak Ronges, tidak mengalami kekurangan air bersih. Kalaupun mesin yang ada saat ini tidak bisa diperbaiki, minimal ada upaya lain dari Pemkab supaya ketersedian air bersih tetap di desa Rarak Ronges tetap ada.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa memperbaiki mesin ini. Kalaupun jika tidak bisa diperbaiki, harus ada upaya lain supaya masyarakat di desa ini, tidak kesulitan air bersih,” harapnya.

Menanggapi masalah ini, Sekda KSB H Abdul Azis SH, MH menyebutkan bahwa status mesin, belum diserahkan ke Daerah. Sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan perbaikan. Kendati demikian, pihak terkait dalam waktu dekat akan segera mengundang Direktur dari Yayasan Serikat Tani Pembangunan (YSTP) untuk bisa membicarakan masalah tersebut.

Hal ini dilakukan, karena pembangunan mesin penyulingan air bersih hibah dari pemerintah Jepang atas lobi-lobi yang dilakukan direktur YSTP. Pihaknya juga menganggap bahwa YSTP yang bisa mengintervensi masalah mesin yang rusak ini.
“Kita tidak bisa berbuat lebih banyak terkait mesin ini, tetapi yang jelas kita akan panggil Direktur YSTP untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut untuk bisa diperbaiki,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Penataan Ruang Pemukiman dan Perumahan (PRPP) Novrizal Zain Syah SE mengaku sudah menyiapkan program Pamsimas di desa tersebut.

Selain Pamsimas, pihak terkait juga menggelontarkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Sehingga masalah krisis air bersih yang terjadi di Rarak Ronges bisa terentaskan dengan baik. Selain itu, kondisi jalan yang rusak di tahun 2018 juga akan diperbaiki, sehingga jarak tempuh dan akses transportasi yang rusak bisa terentaskan.

“Kita sudah siapkan program untuk desa ini, dan mulai tahun 2018 yang menjadi masalah kendala bisa terentaskan,” tukasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here