Merumahkan Karyawan Berpotensi Berlanjut

Hj.Baiq Diyah Ratu Ganefi (Suara NTB/dok)

PENGUSAHA memproyeksikan potensi merumahkan karyawan terus berlanjut. Ditengah belum adanya kepastian perbaikan ekonomi karena pandemi Covid-19 belum mereda.

Serangan Corona pada awal tahun 2020 lalu sudah merontokkan perekonomian dunia. Pun tak terkecuali di Indonesia dan NTB. Gelombang PHK diprediksi terjadi, terutama di sektor-sektor yang terdampak langsung. Misalnya sektor pariwisata.

Iklan

Usaha-usaha ikutan sektor ini juga ikut terpukul. Gelombang merumahkan karyawan ini kata Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, menjadi ancaman. Apalagi pemerintah masih memperketat penerapan PPKM di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Mataram.

Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB ini mengatakan, para pengusaha sudah banyak mengeluhkan beratnya ekonomi saat ini.  Sudah 1,5 tahun, pengusaha sudah menggelontorkan modal cadangannya untuk menutupi operasional. Menggaji karyawan agar tetap beroperasi.

‘’Saat ini sudah banyak perusahaan yang tidak kuat. Akibatnya, karyawan dirumahkan, ada yang di PHK, paling baik adalah membuat pergantian waktu kerja. Konsekuensinya pemotongan upah,’’ kata Ratu Ganefi.

Anggotanya juga melakukan hal itu, sebagai siasat untuk berusaha bertahan. Pekerja diatur bergantian. Tidak bekerja penuh setiap pekan. Atau usaha ditutup pada waktu-waktu tertentu.

‘’Ada yang tutup Senin sampai Kamis, kemudian Jumat-Sabtu dan Minggu buka, sambil lihat-lihat moment orang belanja. Kalau tidak begitu, berat,” imbuhnya.

Aturan pembatasan sosial bersekala besar, mikro, hingga PPKM saat ini telah mengurangi drastis aktifitas orang diluar rumah. Ditambah aturan-aturan bekerja dari rumah. Tempat-tempat usaha juga dibuka hingga batas waktu yang ditentukan.

“Usaha buka, ndak ada orang yang belanja. Kalaupun ada orang belanja, dibatasi waktunya. Bagiamana dunia usaha bisa bertahan,” kata mantan anggota DPD RI ini.

Meski demikian, Ratu Ganefi mengatakan, tidak boleh ada pihak yang dikambinghitamkan. Sembari masyarakat dan seluruh stakeholders mendukung penuh penerapan disiplin protokol Covid-19. Untuk menggairahkan perekonomian, Ratu Ganefi juga mendorong harus tetap duduk bersama. Pemerintah, dunia usaha dan seluruh stakeholders terkait untuk bersama sama merumuskan jalan keluar persoalan yang dihadapi saat ini.

‘’Sambil ikhtiar melawan corona. Yang punya kelebihan, baik pribadi maupun perusahaan juga harus duduk bersama, sama sama salurkan CSR. Untuk menguatkan ekonomi masyarakat menengah kebawah dalam situasi ini,” demikian Ratu Ganefi.(bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional