Meriahkan Festival Tambora 2018, Bupati Gelorakan Atasi Stunting dengan Konsumsi yang Beragam

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu masih menyisakan masalah stunting bagi warganya. Hal itu bukan karena kekurangan pangan, tapi keragaman konsumsi yang belum dilakukan. Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin menggelorakan agar warga Dompu memperbanyak konsumsi ikan dan sayur ketimbang nasi.

Hal itu disampaikan Bupati pada acara sehari makan ikan yang menjadi bagian dari kegiatan Festival Tambora 2018 di gedung Pemuda Dompu, Sabtu, 7 April 2018. Kegiatan yang menghadirkan siswa SD, guru, masyarakat umum dan pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Dompu ini juga staf khusus Presiden Joko Widodo dan anggota Muspida.

Iklan

Dikatakan H Bambang, stunting disebabkan peningkatan pertumbuhan badan yang terhambat. Bagi warga Dompu, stunting bukan karena kekurangan pangan, tapi keragaman yang belum dilakukan.

“Kalau selama ini, kita makan selalu porsi nasinya lebih banyak. Itu yang bikin orang Dompu sakit gula (diabetes). Mulai hari ini, kita balik. Ikannya lebih banyak daripada nasi. (selama) Ini, kalau ndak penuh piring, ndak berhenti ambil nasi. Ikan seekor dibagi empat. Dulu, orang bilang perbanyak makan garam biar cepat tumbuh rambut. Ternyata itu salah. Jadi mulai hari ini, nasi dikurangi, lebih banyak ikan dan sayur. Ini imbauan saya, permintaan saya,” kata H Bambang.

Ia juga mengimbau ibu – ibu yang hadir untuk mengurangi masak nasi dan menggantikannya dengan beragam pangan lainnya seperti jagung dan umbi – umbian. Kandungan pada jagung jauh lebih baik dan lebih sehat dari nasi. “Jadi ibu – ibu, kurangi beli beras supaya kita tidak impor beras lagi,” imbaunya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Ir. Wahidin dalam laporannya menyampaikan, ikan merupakan bahan pangan yang paling digemari masyarakat di dunia. Ikan dapat dinikmati dan mengandung protein, vitamin, mineral dan zat gizi lainnya.

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin bersama staf Kepresidenan dan Muspida lomba makan ikan di acara sehari makan ikan.

Provinsi NTB sebagai daerah berpulau dan memiliki sepadan pantai yang cukup panjang mencatatkan sebagai salah satu daerah dengan produksi ikan cukup tinggi. Termasuk diantaranya Kabupaten Dompu. Dengan potensi kelautan tinggi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu menargetkan menjadi daerah dengan wisata alam yang menarik tapi bisa menghadirkan wisata kuliner. “Bupati telah mencanangkan, Tambora mampu menantang dunia dan perikanan siap mendukungnya,” katanya.

Acara sehari makan ikan sebagai bagian dari kegiatan mensukseskan Festival Tambora 2018 di bidang Kelautan dan Perikanan. Momen ini juga dilakukan pencanangan gemar makan ikan dalam mewujudkan masyarakat sehat, kuat dan penampilan prima. “Kegiatan ini juga untuk mendongrak konsumsi makan ikan yang masih rendah,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, konsumsi ikan nasional 43,6 kg per orang per tahun, masyarakat NTB baru 32,35 kg per tahun dan Kabupaten Dompu sebanyak 35,46 kg per tahun. Sementara target dalam RPJMD Kabupaten Dompu sebanyak 40 kg per tahun.

Pada acara sehari makan ikan, tamu undangan mendapatkan ikan gratis yang disiapkan Dinas Kelautan dan Perikanan. Ikan didapat dengan menukarkannya dengan kupon yang dibagikan panitia. Panitia juga menyiapkan tungku dengan arangnya, sehingga tamu undangan bisa langsung membakarnya. Namun panitia juga menyiapkan ikan bakar yang dibakar sebelum acara dibuka.

Tidak hanya itu, Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin langsung mengancungkan tangan dan mendaftar untuk lomba makan ikan dan diikuti oleh staf khusus Presiden, Dandim Dompu, Kapolres Dompu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu.

Para pejabat ini diberi waktu 5 menit untuk menyelesaikan ikan tuna bakar yang sudah disiapkan. Namun tidak satupun peserta yang berhasil menyelesaikan 1 kg ikan tuna bakar. Tetapi Dandim Dompu yang disaksikan istri tampak menjadi juara karena paling sedikit menyisakan ikan. Kedua diikuti oleh Kapolres Dompu, Kepala Dislutkan Dompu, staf ahli Presiden, dan Bupati Dompu menjadi juara ke 5.

Tidak hanya sehari makan ikan yang dilakukan dalam rangka memeriahkan Festival Tambora 2018, di Calabai Kecamatan Pekat juga dilepas 30 orang pemancing profesional untuk mengikuti kegiatan fun fishing di Teluk Saleh. Sebanyak 10 orang dari pemancing luar Dompu seperti dari Jakarta, Bali, Bandung, Mataram, KSB, Bima. Sisanya 20 orang pemancing asal Dompu. “Kita tidak lombakan, tapi kita siapkan door prize untuk peserta,” kata Nurkumala, S.Pi kepala bidang perikanan tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here