Merasa Dilecehkan di Medsos, DPRD Dompu Melapor ke Polisi

Dompu (Suara NTB) – Marwah lembaga DPRD Dompu diduga dilecehkan di Media Sosial (Medsos). 30 anggota Dewan pun tak tinggal diam, lantas melaporkan kasus ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Dompu, Senin, 6 Maret 2017. Laporan atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik Nomor: STBL/122.a/III/2017/NTB/ResDompu itu diajukan langsung Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S. Sos., didampingi kuasa hukumnya dan beberapa anggota Dewan.

Yuliadin kepada wartawan mengatakan, pemilik akun “Lestari Alamku-Lestari Desaku” saat memberi komentar terkait pemberitaan media online soal ketidaktahuan Kapolda NTB atas kasus K2 Dompu, 4 Maret 2017 lalu menyampaikan bahasa-bahasa menggunjing lembaga DPRD. Setidaknya ada tiga pernyataan yang diduga kuat melanggar Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Iklan

Beberapa pernyataan tersebut antara lain,“alasan menanyakan perkembangan kasus CPNS K2 tak usahlah menggunakan SPPD yang selama ini banyak permasalahan di Dompu dimanfaatkan oknum anggota Dewan untuk perjalanan dinas” kemudian “ini pola yang selalu dimainkan oleh oknum anggota dewan dan lahan mencari makan tambahan,”. Tidak hanya itu pernyataan lain yang juga tidak diterima DPRD, yakni “tidak berbeda nyata dengan mamalia berekor dan berkaki empat yang merumput lagi padahal majikanya sudah menyediakan makanan di kandangnya,”.

“Pernyataan ini dia tunjukan pada oknum maupun secara kelembagaan. Jadi dia sindir bahwa (DPRD, red) buang-buang SPPD, kemudian dia lanjutkan lagi tidak beda nyata dengan mamalia berekor berkaki empat,” jelas Yuliadin disela mengajukan laporan ke Mapolres Dompu.

Yuliadin mengungkapkan, pernyataan pemilik akun tersebut dianggap pihaknya telah melecehkan marwah lembaga DPRD Dompu, termasuk 30 anggota Dewan yang berada di dalamnya. Karenanya ia berkomitmen sebagai wakil dari 30 anggota Dewan lainnya akan menempuh jalur hukum hingga tuntas. “Silakan dikritik kalau ada kesalahan kita (DPRD, red), saluranya ada, bawa ke lembaga hukum boleh, kami siap mempertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kasus ini lanjut dia, akan tetap dilanjutkan pihaknya sampai benar-benar mendapat keadilan, dan pastinya sampai menjerat pemilik akun “Lestari Alamku-Lestari Desaku” yang belum diketahui pasti siapa orangnya.

Kasatreskrim Polres Dompu, AKP Priyo, S.IK., yang dikonfirmasi usai menerima laporan tersebut mengatakan pihaknya akah segera menindaklanjuti laporan terkait dugaan pencemaran nama baik lembaga DPRD tersebut. Langkah awal akan dilakukan dengan pengumpulan alat-alat bukti serta meminta keterangan saksi ahli bahasa. Informasi terkait indentitas pemilik akun tersebut sementara belum diketahui pasti pihaknya, itu akan ditentukan setelah proses penyelidikan dilakukan. “Kalau memang cukup bukti baru kita bisa tingkatkan ke sidik. Aturanya kita tetap mengacu pada KUHP dan Undang-undang ITE,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here