Menyimpan Biota Laut, Pokdarwis Eko Kecinan Butuh Prasarana Pendukung

Suasana  Pantai Kecinan diklaim menyimpan biota laut yang tidak ditemukan di tiga Gili. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pokdarwis Eko Kecinan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, dalam proses membangun homestay bantuan pemerintah pusat. Di saat bersamaan, pengembangan potensi wisata setempat diklaim masih terkendala terbatas areal yang bisa dikelola.

Hal itu diakui Ketua Pokdarwis Eko Kecinan, Mahbub, kepada wartawan, Senin, 26 Juli 2021. Ia menyatakan, potensi berkembangnya Pokdarwis Eko Kecinan cukup besar. Topografi alam berupa perbukitan dan pantai sangat menunjang.

Iklan

“Kementerian Desa (Kemendes) memberikan anggaran ke Desa Malaka untuk membangun homestay 4 lokal senilai Rp 400 juta sedang berproses. Ketika homestay sudah jadi, kami bisa tawarkan paket wisata,” ucap Mahbub.

Diakuinya, Pokdarwis Eko Kecinan dikelola di atas lahan seluas 16 are. Aset tersebut hibah Pemda ke Pemdes yang selanjutnya dikelolakan kepada pokdarwis. Luas lahan ini disebut belum cukup, sebab pokdarwis masih harus membangun pendukung berupa spot rest area atau tempat duduk pengunjung untuk beristirahat.

Di sebelah lokasi pokdarwis, kata Mahbub, terdapat areal 2 are milik WNA asal Norwegia. Pihaknya sangat berharap dapat difasilitasi untuk meminjam lokasi tersebut sebagai pendukung spot wisata desa.

“Kami harap pemerintah atau pihak desa bisa menjembatani kami untuk meminjam lahan di sebelah ini. Daripada mangkrak dibiarkan begitu saja,” imbuh Mahbub.

Diklaim Pokdarwis Eko Kecinan, potensi wisata yang dimiliki berpeluang untuk ditawarkan ke pengunjung.  Tak hanya pemandangan alam (pantai), lokasinya juga menyuguhkan spot wisata untuk diving dan snorkeling.

Dituturkan Mahbub, pantai bawah laut Dusun Kecinan menyimpan biota laut yang langka. Sejumlah spesies diklaim tersedia antara lain, Costasiela, Hippocampus Histrix, dan Commerson Frogfish. “Spesies tersebut tidak dimiliki oleh perairan tiga gili. Sehingga banyak penyedia jasa diving mengarahkan tamu ke perairan Kecinan,” tambahnya.

Selain persoalan itu, pihaknya juga berharap adanya pelatihan diving bagi pengelola Pokdarwis Kecinan. Sebab potensi yang ada masih kekurangan peralatan pendukung maupun keterampilan menyelam. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional