Menumpuk, Masker Buatan UMKM Senilai Rp4 Miliar

L. Darmawan menunjukkan sebagian tumpukan masker yang dibuat UMKM dan belum terserap. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Para produsen masker untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang masih kebingungan mencarikan pasar untuk masker yang sudah terlanjur diproduksi. Ada 400 ribu buah masker masih menumpuk, nilainya sekitar Rp4 miliar.

Tumpukan masker dalam kantong plastik ditunjukkan L. Darmawan, Pengurus Asosiasi UMKM Provinsi NTB. Di gudang miliknya, masker-masker kain siap pakai dititipkan para produsen masker sesama UMKM. ‘’Di tempat lain juga ada tumpukan seperti ini,’’ ujarnya kepada Suara NTB, Jumat, 2 Oktober 2020.

Iklan

Masker-masker ini sebenarnya dibuat karena dorongan pemerintah daerah sejak wabah Covid-19 merebak di NTB. Pemprov NTB melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB mendorong produksi masker sebanyak-banyaknya. Kebutuhan pemerintah daerah sebanyak satu juta masker untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat oleh Pemprov NTB.

‘’Konon tidak beberapa lama, satu juta masker sudah terpenuhi. Sementara UMKM sudah terlanjur memproduksi,’’ imbuhnya.

Kepada Pemprov NTB, para UMKM sudah menyampaikan suara, berharap agar pemerintah memberikan kebijaksanaan bagaimana masker-masker ini bisa terserap. Pasalnya, berbagai upaya dilakukan UMKM untuk mendapatkan modal produksi. Bahkan ada yang sampai harus menggadaikan surat-surat berharga miliknya. UMKM harus membayar kewajibannya. Termasuk membayar jasa para tukang jahit.

‘’Sampai sekarang beberapa teman kebingungan, belum bayar utang untuk para tukang jahitnya,’’ jelas L. Darmawan.

Sudah tiga bulan ini ratusan ribu masker ini menumpuk. Suara UMKM direspons. Para UMKM dalam sebuah pertemuan diundang Sekda NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si yang memfasilitasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dihadirkan. Bersama sejumlah perwakilan dari perusahaan.

Salah satu kesepakatannya adalah sekolah SMA-SMK se NTB diminta membeli masker ini. Dibagi kepada siswa-siswinya. Ada ruang untuk kebijakan tersebut. Namun dalam perjalanannya, serapan sekolah sangat kecil. Sekitar 15 ribuan buah. Sisanya akan dikemanakan? Para pelaku UMKM sudah melakukan banyak cara untuk memasarkannya. Salah satu persoalannya adalah masker-masker ini sudah dibubuhi tulisan “Pemprov NTB” sesuai permintaan daerah.

Terpisah, Sekda NTB, Drs.H.L. Gita Ariadi, M.Si dikonformasi meminta dijelaskan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB yang secara teknis menanganinya. ‘’Coba konfirmasi Kadis Koperasi yang secara teknis mengawal,’’ katanya dalam pesan singkat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, H. Wirajaya Kusuma, S.H,M.H menerangkan, Pemprov NTB sudah selesai pengadaan masker sesuai kontrak SPK dengan masing-masing UMKM, dan sudah dibayarkan. Terhadap kelebihan masker yang diproduksi, pihaknya  telah berupaya agar BUMN dan BUMD, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  untuk membeli masker-masker tersebut.

‘’Dinas pendidikan sudah mengeluarkan surat kepada seluruh SMA SMK untuk dapat membeli masker produk UMKM kita. Sekarang kita harapkan teman-teman UMKM dapat aktif untuk berkoordinasi dengan SMA, SMK maupun dengan BUMN dan BUMD kita,’’ ujarnya. (bul)