Menteri Susi Siap Bawa PT Garam ke Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti berharap Kabupaten Sumbawa dapat menjadi salah satu pilar menuju swasembada garam. Hal ini karena potensi garam yang cukup besar dengan lahan yang luas.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan membantu peningkatan produksi garam di daerah ini dengan membranisasi ladang garam. Kemudian, menambah modal, membangun tempat penyimpanan dan pengangkutan. Bahkan pihaknya siap membawa PT Garam untuk menjadi mitra utama para peladang garam di Sumbawa.

Iklan

“Berbicara tentang garam tadi bupati menyampaikan potensi garam besar. Kalau saja PT Garam diberikan lahan, saya akan dorong untuk masuk segera. Karena PT Garam menginginkan dari dulu, tetapi lahannya sudah dikuasai pengusaha besar yang menelantarkan lahannya,” ujarnya saat mengunjungi Kabupaten Sumbawa, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Menteri Susi menyarankan Pemkab untuk berani datang ke pusat demi kemaslahatan rakyat. Ia pun siap membantu memfasilitasi. Karena kalau masalah garam terus seperti ini, bagaimana nantinya manfaat terhadap rakyat.

“Akademisi dan seluruh jajaran pemerintah harus sama-sama mencari formula. Apa bentuk yang terbaik supaya kesenjangan bisa segera diselesaikan,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyampaikan bahwa saat ini, potensi lahan tambak yang dapat dikembangkan untuk pengembangan garam di Kabupaten Sumbawa sebesar 2.120 hektar. Tersebar di sepanjang pesisir utara Kabupaten Sumbawa dengan potensi produksi sebesar 212 ribu ton pertahun. Pemanfaatan lahan seluas 101,91 hektar dengan produksi sebesar 3.306, 35 ton atau 0,04 persen.

Dijelaskan Bupati, sejak awal pemerintahan Husni-Mo di 2016, pihaknya telah berupaya melakukan terobosan mencari jalan keluar terkait masalah garam ini. Diantaranya membuka atau mencari akses pasar serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi garam rakyat di Kabupaten Sumbawa.

Salah satunya, menjalin kerjasama dengan PT Kimia Farma, yang merupakan salah satu BUMN terbesar yang bergerak dalam bidang farmasi dan kesehatan di Indoensia. Dimana perusahaan ini juga menggunakan garam dalam skala yang relatif cukup besar untuk memenuhi kebutuhan industri farmasi dan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan proposal Teluk Santong ke Menteri Susi. Pembangunan Dermaga Teluk Santong Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa sudah lama direncanakan. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi.

Bupati pun menitipkan proposal Dermaga Teluk Santong kepada Menteri Susi untuk membantu mempercepat realisasinya. Hal ini karena Kementerian Kelautan dan Perikanan juga merupakan bagian dari kementerian yang mengatur tentang pelabuhan. “Memang proposal itu ke Menteri Perhubungan ada tembusan ke Menteri Kelautan dan Perikanan. Tadi saya titipkan ke beliau (Menteri Susi), karena beliau juga merupakan bagian dari satu sistem kementerian yang mengatur tentang pelabuhan,” terangnya.

Dijelaskannya, rencananya minggu depan dirinya akan bertolak ke Jakarta untuk menemui beberapa menteri terkait Telok Santong. Dimana syarat untuk merealisasikan dermaga tersebut singkat asalkan Pemda menyiapkan tanah pengganti. Hal inilah yang akan dikejar, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini dapat terealisasi.

“Setidaknya itu akan kita kejar untuk kita wujudkan. Untuk masyarakat Sumbawa,” pungkas Bupati. (ind)