Menteri PUPR Instruksikan Tiga Paket Proyek ‘’Bypass’’ Mandalika Tuntas Juli

Salah satu titik lokasi pembangunan overpas proyek bypass BIZAM - Mandalika. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menginstruksikan pengerjaan tiga paket proyek pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika harus tuntas 31 Juli mendatang. Meskipun sesuai kontrak ketiga paket pengerjaan proyek tersebut harus tuntas Oktober dan Desember, namun kontraktor diminta menuntaskannya lebih awal, yaitu bulan Juli.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., yang dikonfirmasi Kamis, 8 April 2021 mengatakan, berdasarkan laporan dari Satker Balai Jalan Nasional, progres pembangunan tiga paket proyek bypass Mandalika sudah mencapai 51,17 persen. “Progres fisik proyek pembangunan jalan bypass BIL – Kuta Mandalika per tanggal 8 April 2021 sebesar 51,17 persen dari target 43,23 persen,” kata Sahdan.

Iklan

Ia mengatakan proyek tersebut  berjalan sesuai rencana yang penyelesaiannya ditarget maju yaitu akhir Juli 2021,  ketiga paket kontrak harus tuntas. Walaupun rencana selesai dari masing-masing  kontrak tersebut berbeda-beda.

Untuk paket pembangunan jalan bypass BIZAM – Mandalika paket I, rencana awal sesuai kontrak harus tuntas  5 Oktober 2021. Kemudian paket 2, 10 Oktober 2021 dan paket 3 pada 3 Desember 2021.

“Namun instruksi pak Menteri PUPR, ketiga paket pembangunan jalan bypass Mandalika untuk mendukung akses MotoGP harus tuntas akhir Juli 2021,” ungkapnya.

Untuk mengejar target tuntas akhir Juli, Sahdan mengatakan kontraktor akan menambah jumlah pekerja menjadi dua kali lipat. Paket pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh tiga kontraktor yaitu yang pertama Nindya Karya Bumi Agung KSO, yang kedua Adhi Metro KSO dan yang ketiga PT Yasa Patria Perkasa.

Total Panjang Pembangunan Jalan Bypass BIZAM – Mandalika sendiri yaitu 17,363 km yang terdiri dari paket Mandalika I panjang penanganan jalan nya 4,3 km, untuk paket Mandalika II panjang penanganannya 9,7 KM dan paket Mandalika III sepanjang 3,363 km.

Untuk tandatangan kontrak paket Mandalika I dimulai dari 5 Oktober 2020, paket Mandalika II di tanggal 20 Oktober 2020 dan paket Mandalika III  tanggal 3 Desember 2020. Nilai kontrak untuk paket Mandalika I sebesar Rp 181 Miliar, Paket Mandalika II sebesar Rp 321 Miliar dan paket Mandalika III sebesar Rp 138 Milliar.

Dalam Pembangunan Jalan Bypass BIZAM  – Mandalika tersebut di dalamnya terdapat pembagunan 11 Overpass. Pembangunan Overpass pertama ada di STA 0.500 untuk akses jalan ke bandara (Jalan Inspeksi). Sedangkan Overpass ke-2 di STA 2.100 akses jalan ke Desa Ketare, untuk yang ke-3 rencana ada di STA 4.600 masuk di wilayah paket 2.

Selanjutnya ada di STA 6.800, di STA 7.750, di STA 9.300, di STA 10.600, di STA 14.450, di STA 14.800, di STA 15.500 dan terakhir di STA 17. Secara keseluruhan total ada 11 overpass dengan tiga tipe jembatan dan delapan tipe box culvert.

Tantangan dalam pembangunan jalan Bypass BIZAM  – Mandalika salah satunya jenis tanah yang membutuhkan penanganan khusus. Di paket Mandalika 1 dari STA 0 – 4.300 jenis tanah ekspansif menuntut untuk treatment khusus. Sehingga dipasang geomembrane tipe PVC.

Geomembrane ini memang khusus karena dia komposit. Komposit nya dengan geotextile. Tengahnya geomembrane PVC  dilapisi geotextille untuk melindungi dari tusukan-tusukan batu atau akar dari bawah jika masih ada. Treatment  tersebut juga diberlakukan juga untuk paket 2 dari STA 4.300 – 5.300. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional