Menteri Ketenagakerjaan Dianugerahi Gelar Bija Kalanis Samawa

Taliwang (Suara NTB) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si, mendapat gelar kehormatan dari Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Anorawi, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Penyematan gelar kehormatan tersebut, diserahkan langsung  oleh pemangku adat LATS Anorawi, Dr. KH. Zulkifli Muhadli SH, MM, pada malam ramah tamah dan hiburan rakyat, Sabtu, 19 November 2016.

Pengurus LATS Anorawi KSB Agus Irawan Syahmi kepada Suara NTB, Minggu, 20 November 2016 mengatakan, pemberian gelar tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada tamu. Apalagi tamu yang memiliki kontribusi besar bagi pembangunan daerah entah bagaimanapun caranya. Entah itu melalui jaringan lobi maupun kebijakan yang akan diambil nantinya. Seperti yang disebutkan dalam lawas Samawa “mana tau barang kayu, lamin to sanyaman ate ba nan sanak parana”. Lawas tersebut memiliki makna, tidak peduli siapa dan darimana, jika bisa berkontribusi untuk KSB maka itulah saudara sejati.

“Kedatangan menteri ini sangat penting bagi masyarakat Tana Samawa Ling Anorawi, karena ada kontribusi yang luar biasa bagi Sumbawa Barat. Sehingga gelar Bija Kalanis Samawa ini disematkan kepada Menteri Tenaga Kerja ini,” ungkapnya.

Disebutkannya, gelar Bija Kalanis Samawa ini memiliki makna, sebagai putra pilihan yang memiliki kompetensi, pengetahuan luas, dan memiliki andil dalam pembangunan daerah ini. Tentu dengan pemberian gelar ini, sebagai lembaga adat berkepentingan untuk memberikan gelar tersebut. Karena segala bentuk fenomena, persoalan atau potensi yang tersangkut langsung dengan kebutuhan masyarakat ada di dalamnya. Maka sudah suatu  keharusan LATS untuk mengambil suatu kebijakan untuk memberikan gelar tersebut.

“Ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah dengan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Anorawi untuk membangun daerah ini (Sumbawa Barat),” ungkapnya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si, setelah mendapat gelar kehormatan tersebut mengatakan, mendapat gelar kehormatan ini merupakan salah satu kebahagiaan baginya sekaligus juga menjadi beban amanah. Dimana dalam konteks ini diharapkan silaturrahmi tetap terjaga, baik yang sifatnya lahiriah maupun batiniah.

“Silaturrahmi harus tetap dijaga karena dengan silaturrahmi semua potensi daerah bisa terekspose sekaligus mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ada,” ujarnya. Ia menyebutkan, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih berusia sangat belia (13 tahun). Tetapi dengan usia tersebut, pertumbuhan pembangunan yang ada di KSB sudah luar biasa. Oleh karenanya, kedepan pembangunan ini harus terus dilaksanakan di berbagai bidang.

Disebutkannya, saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan besar. Masalah tersebut yakni masalah kemiskinan, ketimpangan sosial, dan masalah pengangguran. Dari masalah-masalah tersebut, tentu diharapkan antara pemerintah pusat dan daerah harus bisa terus bersinergi dan bekerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari Kemnaker sendiri lanjutnya, pihaknya, akan mengupayakan supaya Balai Latihan Kerja (BLK) terus digenjot dengan sarana dan prasarana penunjang untuk memaksimalkan peran dari BLK ini. Bahkan pihaknya (Kemnaker) sudah siap untuk memberikan program serta bantuan lainnya agar nanti masyarakat KSB bisa mendapatkan keterampilan.

“Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja. Oleh karenanya, dengan adanya BLK ini diharapkan masyarakat KSB memiliki keterampilan,” tandasnya. (ils)