Menteri Desa Beri Apresiasi Petani Dompu, Petani Jadi Garda Ekonomi Terkuat

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr (HC) Drs Abdul Halim Iskandar, M.Pd didampingi Plt Sekda Dompu, Drs H Muhibuddin, MSI saat penanaman perdana jagung di Tekasire Manggelewa Dompu, Jumat, 6 November 2020.

Dompu (Suara NTB) – Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr (HC) Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd memberikan apresiasinya kepada petani di Dompu. Pandemi Covid-19 kini mulai berdampak pada ekonomi dunia, termasuk Indonesia yang kini mengalami minus pertumbuhannya. Namun sector pertanian tidak mengalami minus dan justru menjadi garda terkuat dalam mempertahankan konstelasi ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Dr (HC) Drs Abdul Halim Iskandar, M.Pd pada acara pencanangan dan penanaman perdana jagung di Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa, Jumat, 6 November 2020. “Asuransi bagi petani itu harus, tapi yang terpenting uangnya bukan dari petani. Kalau ada calon kepala daerah yang menyiapkan asuransi bagi petani, saya pastikan akan mendukungnya,” kata Abdul Halim Iskandar dalam pidatonya di depan petani dan kepala Desa se-Kabupaten Dompu.

Iklan
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Ilham, SP saat menandatangani program Agro Solution Pupuk Kaltim di KPPN Agropolitaan bersama Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI.

Ia juga mengungkapkan, dari beberapa rilis yang dikeluarkan BPS di tengah pandemi Covid-19 menunjukan segmen pertanian adalam segmen dalam ekonomi yang paling tangguh saat ini. Sehingga Indonesia saat ini dibandingkan ASEAN, pertumbuhan minusnya jauh di bawah Singapura, Malaisia, apalagi Eropa, Amerika dan lainnya. “Kenapa? Karena kita punya petani dan ini adalah salah satu bagian penting untuk membngun kekuatan kita di sector pertanian, termasuk juga di ketahanan pangan. Kita berharap kedepan betul – betul kemandirian bisa kita wujudkan,” harapnya.

Plt Sekda Dompu, Drs H Muhibuddin, MSi pada kesempatan yang sama menyampaikan, Kabupaten Dompu menetapkan program jagung sebagai salah satu komoditi unggulan berdasarkan kondisi dan potensi sebagai pemicu dan menggerakkan ekonomi masyarakat. “Jagung dipilih sebagai program unggulan daerah karena melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, baik sebagai petani dan lainnya,” katanya.

Selain itu, potensi lahan cukup luas dengan memanfaatkan lahan marginal, tegalan, lahan tadah hujan, dan bekas perladangan liar. Jagung juga cukup familiar karena ditanam secara turun temurun, system budidaya sederhana, biaya murah, serta pangsa pasar masih terbuka, sehingga semakin menyemangati petani jagung untuk meningkatkan produksi jagung dari tahun ke tahun.

Sementara luas budidaya jagung di Dompu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan cukup luar biasa. Di tahun 2015 hanya 29 ribu ha dengan nilai produksi sampai Rp.629 M menjadi 75 ribu ha di tahun 2017 dan 82 ribu ha atau dengan nilai sekitar Rp.1,7 triliun. Untuk ketersediaan pupuk di Dompu tahun 2020 sebanyak 22.383 ton dari kebutuhan 35.469 ton. Begitu juga dengan bibit bantuan pemerintah sejauh ini hanya mengakomodir seluas 40 ribu ha dari potensi 120 ribu ha.

Keberhasilan Dompu memproduksi jagung selama ini berhasil mengurangi import jagung nasional, bahkan selama 3 tahun terakhir jagung Dompu rutin diekspor ke Filipina. Kontribusi jagung Dompu ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah pusat, bahkan HPP jagung yang berlaku di seluruh Indonesia dan secara social politik, ekonomi ikut mensejahterakan masyarakat. Hal potisitif tersebut membuat daerah lain mengikuti program jagung di daerahnya dan melakukan studi banding ke Dompu.

“Program jagung kabupaten Dompu juga berhasil menurunkan prosentase angka kemiskinan kabupaten dengan rata- rata 1 persen per tahun. Bahkan program jagung Dompu membuat pemerintah pusat menetapkan Dompu sebagai lokus kegiatan pengentasan kemiskinan di Indonesia,” katanya. (ula/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional