Mensos Berikan Santunan Kematian untuk Korban Banjir Lotim

Mataram (suarantb.com) – Menteri Sosial (Mensos)  RI, Hj. Khofifah Indah Parawansa menyatakan keluarga dua korban bandang di Kabupaten Lombok Timur akan menerima santunan kematian. Santunan ini akan diberikan langsung oleh Khofifah Kamis sore, 23 November 2017 dalam kunjungan ke lokasi banjir di d Kecamatan Keruak Lombok Timur.

“Saya sore akan ke Lotim, akan mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban banjir yang meninggal. Kita akan menyampaikan santunan kematian kepada ahli waris. Akan kita berikan untuk ahli waris Rp 15 juta,” ujarnya ditemui Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

Iklan

Selain santunan kematian, beberapa korban banjir yang menderita luka-luka juga akan diberikan bantuan. Bantuan berupa makanan dan berbagai kebutuhan sehari-hari akan diberikan pada korban banjir.

“Kalau untuk bantuan seragam, akan kita komunikasikan apakah dengan Disos atau Dikbud. Tapi intinya Mensos pada dasarnya posisi siap untuk mengkomunikasikan dan menyiapkan jika itu menjadi kebutuhan,” imbuhnya.

Terkait kemungkinan para korban banjir mendapatkan biaya jaminan hidup (jadup), Khofifah menyebutkan itu tergantung dari surat keputusan (SK) Bupati Lotim. Sebelumnya, pasca banjir Lotim telah mendapatkan status tanggap darurat bencana. Sementara jadup bisa diberikan maksimal 14 hari tanggap darurat.

Jadup tersebut kemungkinan bisa diberikan pada korban banjir Lotim, jika ada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat musibah banjir tersebut.

“Karena sebetulnya kalau jadup itu boleh sampai 14 hari, tapi SK darurat dari Bupati hanya 7 hari. Pada dasarnya kalau data sudah siap di SK dari bupati, jika ada masyarakat yang terdampak ekonominya, tidak bisa bekerja. Maka mereka pantas untuk menerima jadup,” imbuh Khofifah. (ros)