Menparekraf Tinjau Tiga Desa Wisata Utama di Loteng

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mendampingi Menparekraf, Sandiaga Uno saat berkunjung ke desa wisata di Loteng, kemarin. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, memulai kunjungan kerjanya selama dua hari di NTB, Jumat, 15 Januari 2021. Dengan mengunjungi tiga desa wisata yang utama di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Mulai dari Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, desa tenun Sukarare, Kecamatan Jonggat, serta kampung adat Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut.

Dalam lawatan perdananya di NTB setelah resmi ditunjuk sebagai Menparekraf oleh presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Sandiaga Uno didampingi sejumlah pejabat utama di Kemenparekraf. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, turut mendampingi. Di Desa Wisata Bilebante, rombongan Menparekraf disambut Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., bersama jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya.

Iklan

Dihadapan para pelaku wisata desa wisata Bilebante, Sandiaga Uno mengatakan pengembangan desa wisata masih menjadi prioritas kedepan. Karena desa wisata diharapkan bisa menjadi pemicu kemajuan pariwisata di Indonesia secara lebih luas. Termasuk di NTB, konsep dan pengembangan desa wisata sangat diharapkan bisa menjadi penopang kemajuan pariwisata didaerah ini.

“Apalagi dengan adanya event MotoGP di kawasan The Mandalika, pengembangan desa wisata sangat kita dorong,” ujarnya. Keberadaan desa wisata diharapkan bisa menjadi alternatif destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan menarik minat para wisatawan nantinya. Tidak hanya mengunjungi wisata bahari maupun wisata alam.

Karena wisatawan ketika berwisata ke suatu daerah, tentu butuh alternatif. Tidak kemudian monoton mengunjungi destinasi wisata yang itu-itu saja. “Dengan banyaknya alternatif destinasi wisata yang bisa dikunjungi, akan membuat wisatawan betah berada didaerah ini,” tandasnya.

Dengan pandemi Covid-19 yang saat ini berlangsung, tantangan paling berat yang dihadapi desa wisata ialah terkait penerapan protokol Covid-19. Mengingat, akhir-akhir ini masyarakat mulai abai menerapkan protokol Covid-19. Termasuk saat berwisata.

“Jangan lengah menerapkan protokol Covid-19. Penerapan protokol Covid-19 di obyek-obyek wisata harus diutamakan. Supaya wisatawan yang berkunjung bisa merasa aman dan nyaman,” imbuh Sandi.

Sebelum meninjau desa wisata di Loteng, Menparekraf meninjau progres pengembangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Sebagai salah satu persiapan menghadapi gelaran event MotoGP di kawasan The Mandalika. “Event MotoGP ini harus sukses,” pungkasnya. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional