Menpar Prediksi Pariwisata KLU Pulih Dua Bulan Lagi

Kunjungan Menpar,  Arief Yahya di KLU didampingi Gubernur NTB,  H.  Zulkieflimansyah.  (Suara NTB/humasntb)

Tanjung (Suara NTB) – Akibat gempa, sarana perhotelan di kawasan wisata diketahui banyak yang rusak. Seiring berjalannya proses pemulihan, pemerintah pusat meyakini sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Utara sudah mulai terlihat dampaknya pada kisaran bulan April mendatang.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dalam lawatannya ke Gili Air, Lombok Utara, Kamis,  21 Februari 2019 mengatakan pemulihan pariwisata NTB, khususnya KLU pascagempa akan terlihat dampaknya pada April mendatang. Ia optimis bahwa pariwisata Lombok dan NTB umumnya akan bangkit dari keterpurukannya setelah dilanda bencana.

 “Laporan dari jumlah penerbangan sudah mulai pulih. Ini kabar bagus bagi kebangkitan pascagempa ini,” ujarnya.

Kebangkitan pariwisata NTB setidaknya akan ditopang oleh adanya penerbangan langsung rute Singapura – Lombok pada Juni depan. Begitu juga dengan penerbangan Malaysia – Lombok, diharapkan memberi dampak signifikan.

Di sela-sela gorund breaking Ama-Lura Resort Gili Air, Menpar menilai pembangunan hotel di Gili menjadi pertanda bagus bagi prospek pariwisata ke depan. Sebab meski terdampak gempa, investor tidak ragu menanamkan  modalnya di Lombok.

Untuk diketahui, kunjungan Arief Yahya didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah tidak hanya ke Gili Air. Tetapi juga meresmikan Poltekpar di Lombok Tengah, serta membuka acara kreatif Milenial untuk mendorong Lombok Bangkit.

Lebih lanjut, Menpar melihat situasi low season yang dihadapi pariwisata Lombok saat ini tidak lepas dari dampak gempa. Disamping juga siklus arus kunjungan wisatawan luar negeri ke Indonesia. Ia bahkan mencontohkan, pariwisata Bali buruh waktu cukup lama pascabencana gempa. Pemulihan pariwisata di sana,  butuh waktu 6 bulan sejak bencana terjadi bulan September.

“Beberapa minggu lalu angka kunjungan dan okupansi hotel sudah mendekati 50 persen. Tapi ada lagi kendala lainnya yaitu kenaikan harga tiket pesawat, itu yang membuat pariwisata slow down dan menurunkan okupansi sampai 30 persen,” ujarnya.

Pihaknya di pusat mendukung upaya pemulihan pariwisata NTB dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Pusat pun mendukung even promosi pariwisata baik di dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc dalam sambutannya memberi apresiasi atas kunjungan Menteri Pariwisata RI kembali ke Gili Indah. Ia tidak menampik, NTB membutuhkan keseriusan seluruh stakeholders untuk membantu bangkitnya pariwisata NTB.

“Kami yakin dengan keseriusan yang tulus dari Menteri Pariwisata membangkitkan pariwisata NTB, bangkitnya pariwisata bukan hanya sekadar ungkapan saja, tetapi menjadi kenyataan,” ujar Gubernur. (ari)