Menolak Divaksin, Warga akan Dikenakan Denda

Tenaga kesehatan memberikan pelayanan vaksinasi kepada warga Kota Mataram, Jumat, 1 Oktober 2021 Warga menolak vaksin akan dikenakan denda. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah sedang menggencarkan capaian vaksinasi untuk mengejar target kekebalan kelompok. Masyarakat yang menolak vaksin terancam dikenakan sanksi denda.

Sanksi denda telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Iklan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi sepakat dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat tersebut. Pasalnya, pemerintah sedang berupaya mengejar capaian vaksinasi. Khusus di Kota Mataram, pemberian bantuan sosial minimal telah divaksin dosis pertama. Pihaknya siap menugaskan tenaga kesehatan di tempat penyerahan bantuan bilamana dipersyaratan telah untuk vaksin dosis kedua. “Kita siap kapan dan dimanapun dilakukan vaksin,” kata Usman dikonfirmasi, Jumat, 1 Oktober 2021.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Pasal 13 A menjabarkan, pertama, Kementerian Kesehatan akan melakukan pendataan dan menetapkan sasaran penerima vaksin Covid-19. Kedua, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai penerima sasaran berdasarkan pendataan wajib mengikuti vaksinasi. Ketiga, dikecualikan bagi yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin sesuai dengan indikasi Covid-19 yang tersedia. Sanksi yang diatur berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial. Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintah. Dan, terakhir denda.

Usman menyebutkan, capaian vaksinasi Kota Mataram untuk dosis pertama telah mencapai 75 persen lebih. Sedangkan dosis kedua baru mencapai 55 persen. Artinya, terdapat selisih sekitar 25 persen atau sekitar 80 ribu lebih. Selisih itu disebabkan karena faktor kelalaian atau belum waktunya divaksin kedua. “Capaian vaksinasi Kota Mataram memang bagus divaksin kedua. Kami di Mataram sesuai arahan Pak Walikota mendorong vaksin kedua juga digenjot,” ujarnya.

Dengan capaian vaksinasi dosis pertama diakui, Mataram belum mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika dikalkulasikan dari target 70 persen capaian vaksinasi dengan jumlah penduduk Kota Mataram berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencapai 450 ribu. Artinya, warga harus tervaksinasi 315.484 jiwa. Capaian baru mencapai 83 persen. “Kalau dihitung sesuai data Dukcapil kita belum mencapai herd immunity,” demikian kata Usman. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional