Menlu Umumkan Arab Saudi Buka, Travel Umrah Berharap Karantina dan Swab Calon Jemaah Ditiadakan

H. Turmuzi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengumuman resmi yang disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi terkait lampu hijau dari Kerajaan Arab Saudi yang membolehkan lagi calon jemaah umrah dari Indonesia menjadi kabar gembira bagi seluruh pengusaha travel haji dan umrah.

Informasi ini disambut sangat antusias, pun halnya dengan calon jemaah umrah. Hampir dua tahun pandemi Covid-19 membuat kegiatan haji dan umrah distop sementara. Ketua Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (Patuh) Provinsi NTB, H. Turmuzi mengatakan, informasi dibukanya kembali Arab Saudi menjadi kabar baik travel haji dan umrah yang juga sudah hampir dua tahun ini vakum, sebagai dampak dari pandemi corona.

Iklan

“Kita senang, tapi kita tunggu saja regulasi pasti dari pemerintah,” katanya pada Suara NTB, Senin (11/10) kemarin. Regulasi yang dimaksud apakah termasuk ketentuan diberlakukannya karantina kepada calon jamaah dan swab. Karena dua aturan ini yang dianggap sangat memberatkan. Apalagi beredar informasi masa karantina berlangsung selama delapan hari.

“Kalau masih dilakukan swab, dan masih karantina, lantas apa fungsinya jemaah sudah melakukan vaksinasi,” ujarnya. Sementara travel sudah menyampaikan kepada calon jemaah, bahwa karantina sudah tidak lagi diberlakukan bila vaksinasi sudah dijalani calon jemaah.

Dikatakan Turmuzi, benar bahwa ketentuan yang dibuat oleh pemerintah semata-mata untuk kepentingan banyak pihak. Namun diharapkan, di tengah kesulitan seperti ini, tiada lagi kebijakan yang mementingkan bisnis pihak-pihak tertentu. “Semua calon jemaah kalau soal syarat vaksinasi, kita minta vaksinasi. Bahkan ada jemaah yang siap divaksinasi kembali. Sampai seperti itu antusias calon jemaah untuk melaksanakan ibadah ini. kita harap keputusan pemerintah segera keluar. Dan kita berharap juga tidak ada karantina, karena itu yang paling memberatkan,” imbuhnya.

Jumlah daftar tunggu untuk calon jemaah umrah di NTB disebutnya masih tinggi. Sejauh ini, calon jemaah tidak melakukan pembatalan untuk berumrah. Meskipun hampir dua tahun tidak ada pemberangkatan. “Kami juga sampai saat ini belum menerima pendaftaran baru. Sebelum ada ketentuan baru dari pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia,” demikian H. Turmuzi.

Sebelumnya, dari laman setkab.go.id, Menteri Luar Negeri  RI, Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat (8/10), telah menyampaikan Nota Diplomatik mengenai dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah asal Indonesia.

Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah. Pembukaan ini, ungkap Retno, diputuskan setelah melalui pembahasan yang cukup lama, baik pada level Menlu, Menteri Kesehatan (Menkes) dan juga Menteri Agama (Menag), serta dengan melihat perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik.

Nota Diplomatik tersebut, imbuh Retno, juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan. Menlu menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kabar baik ini dengan pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksanaannya. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional