Menko Marves, Luhut Pandjaitan Ingin Pastikan Pembangunan KEK Mandalika Terus Berlanjut

Suasana video konferensi Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Rabu, 23 September 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Menko Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menggelar video konferensi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., Rabu, 23 September 2020. Menko Marves ingin memastikan pembangunan lima destinasi super prioritas, salah satunya KEK Mandalika yang akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 terus berlanjut.

“Pembangunan lima destinasi super prioritas di Indonesia harus terus berlanjut,” tegas Luhut.

Iklan

Kepada Gubernur NTB, Menko Marves menanyakan secara langsung progres pembangunan KEK Mandalika di Lombok Tengah. Sebagaimana diketahui, saat ini, PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan sedang membangun Sirkuit MotoGP Mandalika.

“Untuk di Mandalika, bagaimana Pak Gubernur,’’ tanya Luhut.

“Siap bang, alhamdulillah pembangunan terus berlanjut,’’ jawab gubernur.

NTB sedang mempersiapkan dari aspek hulu dan hilir untuk menyambut MotoGP 2021 mendatang. Mulai dengan memastikan pembangunan infrastruktur, aspek ekonomi hingga kesiapan masyarakat menyambut event dunia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut.

“Tadi saya pimpin rapat di Bappeda, bagaimana mulai dari hulu dan hilirnya dipersiapkan,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si.

Dari sisi infrastruktur dilakukan pengawalan agar pembangunannya tuntas tepat waktu. Seperti pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika sepanjang 17 km.

“Jalan sepanjang 17 km yang akan terbangun bagaimana kesiapannya setelah kemarin ada penundaan lelang. Bagaimana agar segera dipastikan Oktober ini sudah mulai konstruksi. Sepuluh bulan ke depan harus dipastikan dalam keadaan terbangun dan siap dimanfaatkan,” kata Sekda.

Begitu juga dengan pembangunan Sirkuit Mandalika. Dalam rapat di Kantor Bappeda, kata Gita, progres pembangunan Sirkuit Mandalika juga dievaluasi. Selain itu, kata mantan Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang menjadi pengelola KEK Mandalika, kesiapan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian.

“Bagaimana ITDC berkomunikasi dengan Pemda Kabupaten Lombok Tengah, kecamatan dan desa. Kesiapan mentalitas masyarakat, aspek ekonomi. Itu semua dievaluasi, disinkronkan,” katanya.

Gita mengatakan masyarakat cukup antusias menyambut MotoGP 2021. Sehingga semua hal, mulai dari aspek  hulu dan hilir sedang dipersiapkan. Supaya pelaksanaan event internasional tersebut berjalan sukses.

Sebelumnya, ITDC telah menghitung estimasi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut sebanyak 3.384 orang hingga 2022 mendatang. Terdiri dari tenaga kerja tahap konstruksi sebanyak 2.350 orang dan tenaga kerja tahap beroperasi 1.034 orang.

Kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika, dikelompokkan menjadi dua. Yakni, kebutuhan tenaga kerja tahap konstruksi dan tenaga kerja tahap beroperasi. Ia menyebutkan ada 18 proyek yang menyerap tenaga kerja di KEK Mandalika.

Masing-masing lima proyek infrastruktur AIIB, tiga proyek/pekerjaan NIA dan 10 proyek yang dikerjakan investor, berupa pembangunan utilitas, fasilitas dan hotel di KEK Mandalika. Pada tahap konstruksi membutuhkan banyak insinyur. Sedangkan pada tahap operasional, banyak membutuhkan tenaga kerja di bidang hospitality. Mulai dari food and beverage, room service, security. (nas)