Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kasus Covid-19 di NTB Alami Tren Peningkatan

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau lebaran, kasus Covid-19 di NTB cenderung mengalami peningkatan. Peningkatan kasus Covid-19 ini juga terjadi secara nasional.

‘’Nasional naik, kita juga. Karena terjadi mobilitas, orang berkerumun, sudah merasa bosan dan sebagainya. Potensi transmisi lokal, belum lagi PMI pulang,’’ kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfimasi di Kantor Gubernur, Senin, 3 Mei 2021.

Iklan

Apalagi, kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB ini, dengan masuknya varian virus Corona ke Indonesia. Semua harus meningkatkan kewaspadaan. Karena varian baru virus Corona, penularannya sangat cepat dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., mengatakan bahwa memang mulai terjadi peningkatan kasus secara nasional, begitu juga NTB, ada tren kenaikan.

Fikri mengatakan berdasarkan peta risiko Covid-19 di NTB, sekarang ada empat daerah zona kuning dan enam zona oranye. ‘’Zona oranye ini ada risiko menjadi merah. Sangat mudah tergelincir menjadi merah saat ini. Jadi ekstra waspada,’’ katanya.

Fikri mengatakan data per 1 Mei, jumlah  kasus aktif di NTB sebanyak 1.075 orang atau 8,8 persen. Jumlah kasus aktif masih berada di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 6,0 persen.

Begitu juga tingkat kesembuhan di NTB masih berada di bawah rata-rata nasional yang sudah berada di angka 91 persen lebih. Sementara di NTB, tingkat kesembuhan masih berada di angka 86 persen lebih.

‘’Ini menjadi atensi kita terkait angka kesembuhan. Bagaimana memastikan semua pasien-pasien yang isolasi mandiri, terdata menjadi pasien yang sembuh,’’ katanya.

Begitu juga dengan tingkat kematian kasus Covid-19 di NTB, masih berada di angka 4,4 persen. Angka ini masih berada di atas nasional yang sudah bisa menekan kasus kematian menjadi 2,7 persen.

‘’Kasus kematian di NTB hampir 50 persen adalah lansia. Sehingga kita dorong percepatan vaksinasi lansia,’’ imbuhnya.

Dengan kondisi kasus Covid-19 yang masih fluktuatif di NTB, kata Fikri, maka tracing memang harus digencarkan. Karena rata-rata angka tracing di NTB sebesar 7,5. ‘’Artinya, tracing untuk penemuan kasus-kasus kita perkuat lagi. Ketika penemuan kasus lebih cepat kita lakukan. Kemudian cepat ditangani,’’ pungkasnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional