Meningkat, Jumlah Pelanggar Protokol Covid-19 di Lobar

Warga yang melanggar protokol Covid-19 terjaring razia gabungan penegakan Perda Nomor 7 tahun 2020 di jalur Narmada, Selasa, 22 September 2020.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tingkat pelanggaran protokol Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) meningkat dari hari ke hari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang terjaring razia gabungan Penegakan Perda Nomor 7 tahun 2020 yang dilakukan Satpol PP bersama TNI-Polri. Hingga Selasa, 22 September 2020, terdapat 512 orang lebih pelanggar protokol. Sembilan di antaranya ASN.

Kasatpol PP Lobar, Baiq Yeni S. Ekawati, Selasa, 22 September 2020, menyebut, pada hari pertama, ujarnya, pihaknya berhasil mendata sebanyak 102 orang yang tidak memakai masker. Sementara pada hari kedua, ada 78 orang, hari ke tiga 59 orang, hari ke empat 20 orang, 30 orang pada hari kelima, 33 orang pada hari ke enam dan 30 orang pada hari ketujuh. ‘’Selanjutnya hari ke delapan, 26 orang dan 43 orang pada hari ke sembilan serta 91 pada hari ke 11 (kemarin, red),’’ terangnya.

Iklan

Menurutnya, dari sekian banyak pelanggar tersebut yang berstatus ASN terbilang sedikit. Namun demikian , sanksi yang diberikan lebih berat dibandingkan warga umum. ASN disanksi denda Rp200 ribu. Terkait denda yang dihimpun dari pelanggar, menurut dia dihimpun di Bapenda NTB dan  pihaknya tidak menghimpun dana denda.

Operasi yang digelar di Narmada, ungkapnya, banyak pelanggar yang terjaring. Mereka pun diberikan berbagai sanksi, baik administrasi (denda) maupun sanksi sosial. Yang terjaring, kebanyakan warga umum, karena daerah ini jalur utama di daerah perbatasan yang dilalui oleh warga dari Lombok Timur, Lombok Tengah maupun Sumbawa. Begitupula, ada yang terjaring warga dari  Mataram.

Sementara itu, Plt. Camat Narmada M Busyairi mengatakan razia masker dalam rangka Penegakan Perda Nomor 7 tahun 2020 digelar di Pasar Keru. Dalam razia yang dimulai jam 06.30-08.30 pagi tersebut terjaring pelanggar sebanyak 91 orang dengan rincian 28 orang bayar denda. Termasuk ada dua orang ASN.  Sedangkan sisanya sanksi sosial berupa membersihkan pinggir jalan. (her)