Meningkat, Jumlah Pelaku Perjalanan Terpapar Covid-19

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengungkapkan, pelaku perjalanan yang terpapar positif Covid-19 meningkat. Untuk itu, Pemprov mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah melakukan kunjungan kerja luar daerah harus melakukan tes swab.

‘’Yang menonjol minggu terakhir kita lihat, pelaku perjalanan meningkat yang positif Covid-19. Jadi, orang-orang dari luar daerah yang datang ke sini,’’ ujar Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur, Senin, 28 September 2020.

Iklan

Ia mencontohkan seperti Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. H. M. Sukiman Azmy, M.M., yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan perjalanan atau kunjungan ke Sumatera Utara. Dengan meningkatnya pelaku perjalanan yang terpapar Covid-19, Eka mengatakan semua harus waspada.

‘’Makanya, tadi di dalam rapat, untuk PNS/ASN kita, kalau pulang dari luar provinsi, harus melakukan tes swab,’’ tegasnya.

Berdasarkan data Dikes NTB hingga Minggu, 27 September 2020, jumlah warga luar NTB atau pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif sebanyak 67 orang. Dengan rincian, sebanyak 18 orang masih dirawat dan 49 orang sudah sembuh.

Sedangkan pelaku perjalanan yang suspek sebanyak satu orang. Sementara itu, jumlah pelaku perjalanan atau warga luar yang masuk ke NTB tercatat sebanyak 500 orang. Semuanya sudah discarded.

Secara keseluruhan, Dikes mencatat jumlah pelaku perjalanan di NTB sebanyak 76.984 orang. Dengan rincian, 75.980 orang sudah discarded dan 1.004 orang masih karantina.

Sebanyak 1.004 warga NTB pelaku perjalanan yang masih karantina tersebar di Kota Mataram 2 orang, Lombok Barat 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, Lombok Utara satu orang. Kemudian Lombok Timur 112 orang, Sumbawa Barat 438 orang, Sumbawa 23 orang, Dompu 397 orang, Bima dan Kota Bima masing-masing 23 orang dan 4 orang.

Eka menyebut, pelaku perjalan dari luar provinsi yang terpapar Covid-19 cukup besar, yaitu 67 orang. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan kasus positif Covid-19 di Sumbawa Barat sebanyak 39 orang dan Bima yang mencapai 64 orang.

Eka menjelaskan warga luar NTB yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu merupakan pekerja tambang, pedagang dan sopir.  Di Pelabuhan Lembar, kadang-kadang petugas kesehatan curiga terhadap sopir yang baru masuk NTB. Sehingga dilakukan rapid test.

Setelah dilakukan rapid test, kadang hasilnya reaktif. Sehingga mereka langsung dikarantina di Bapelkes sambil dilakukan test swab. Dari hasil swab, tak sedikit yang hasilnya menunjukkan positif Covid-19. Sehingga langsung dipindah ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Ditanya kemungkinan Pemprov NTB membuat aturan yang mewajibkan seluruh pelaku perjalanan yang datang ke daerah ini harus mengantongi hasil swab negatif Covid-19. Eka mengatakan hal itu cukup berat. Karena secara nasional kebijakannya hanya mewajibkan pelaku perjalanan menunjukkan hasil rapid test non reaktif.

‘’Mungkin ke depan, kalau kebutuhan-kebutuhan kabupaten/kota sudah clear, bisa kita swab di bandara. Sekarang baru sebatas rapid test,’’ pungkasnya. (nas)