Meninggal di Tanah Suci, Keluarga Ikhlas Tak Bisa Lihat Jenazah Huriah

Mataram (suarantb.com) – Huriah binti Abdur Rosyid, jemaah haji asal Kota Mataram meninggal dunia di Mina, saat akan melaksanakan melontar jumratul aqabah pada Selasa, 13 September 2016 pagi waktu Arab Saudi. Kabar duka ini mengejutkan keluarga Huriah yang merupakan warga Karang Jangkong, Kelurahan Cakranegara Barat.

Keluarga mengaku sudah mengikhlaskan Huriah dimakamkan di tanah suci kendati tak bisa melihat dan mengurus langsung jenazah yang bersangkutan. Meskipun kesedihan masih menyelimuti keluarga, namun keluarga telah merelakan kepergian Huriah yang sebelumnya memiliki riwayat darah tinggi.

Iklan

Salah seorang keponakan Huriah, Lalu Kesumajati mengatakan ketika berangkat, almarhumah dalam keadaan segar bugar dan sehat. Kondisi kesehatan Huriah tetap baik setelah sampai di Mekkah. Bahkan keluarga mengatakan selalu berkomunikasi sejak berangkat pada akhir Agustus lalu.

“Terakhir kali nelpon pada Kamis (8 September 2016) sore, beliau masih sehat,” ungkapnya ditemui di rumah duka, Rabu, 14 September 2016.

Kesumajati menyampaikan keluarga tidak menduga akan menerima kabar meninggalnya perempuan berusia 61 tahun tersebut. Bahkan keponakan dan cucu almarhumah telah merencanakan dengan matang acara penyambutan kepulangan almarhumah dari ibadah haji.

“Cucu-cucunya merencanakan nanti kalau pulang nenek mau dipanggil apa. Bahkan makanan kesukaannya pun sampai kita ingat,” kata keponakan lainnya, Ike.

Keluarga mendapatkan kabar tersebut dari sesama jemaah yang berada di tanah suci. Namun pihaknya belum mau mengabarkan kepada keluarga yang lain karena menunggu informasi resmi. Kemudian keluarga memastikan kebenaran kabar tersebut ke dokter yang bertugas di kloter dua. Kabar tersebut diterima pihak keluarga sekitar pada Selasa, 13 September 2016 sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga, jenazah Huriah telah dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan.

“Ini kehendak Allah yang tidak bisa kita tolak. Di mana pun akhirnya kita dipanggil, kita menerima. Apalagi beliau meninggal di tanah suci, insya Allah masuk surga,” harap Kesumajati. (rdi)