Meninggal Akibat Lakalantas Ahli Waris Almarhum Halil Disantuni Rp50 Juta dari Jasa Raharja

Petugas Jasa Raharja jemput bola melengkapi dokumen pemberian santunan kepada ahli waris almarhum Halil, di Desa Gegelang Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kurang dari 24 jam, PT. Jasa Raharja menindaklanjuti laporan kecelakaan lalu lintas di Lingsar Lombok Barat. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi pada Kamis tanggal 02 Juli 2020 , pukul 06.30 WITA di Jalan Kalingga II Dusun Bantek Desa Gegelang Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Kecelakaan lalu lintas antara mobil pick up dengan pejalan kaki yang mengakibatkan korban pejalan kaki atas nama Halil meninggal dunia. Kasus kecelakaan ini juga sempat viral dan beredar di sosial media.

Petugas Jasa Raharja, Nasrulloh yang menerima informasi tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, dalam hal ini Satlantas Polres Mataram terkait kepastian kasus serta Laporan Polisi yang diterbitkan. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas Jasa Raharja telah berada di rumah ahli waris korban, di Desa Gegelang Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Iklan

Respons cepat ini bagian dari program jemput bola yang diterapkan oleh PT. Jasa Raharja.
“Semua korban kecelakaan meninggal dunia yang kasusnya terjamin oleh Jasa Raharja, wajib dilakukan jemput bola,” jelas Nasrulloh.
Sesuai dengan ketentuan, ahli waris dari korban kecelakaan tersebut berhak mendapatkan santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta. Santunan tersebut diserahkan melalui transfer rekening, Jumat, 3 Juli 2020. Santunan telah diterima langsung oleh ahli waris.

Saedah (53 tahun), ahli waris yang merupakan istri sah korban menyampaikan syukur dan terima kasih atas kecepatan pelayanan yang dilakukan oleh petugas Jasa Raharja. Ia sangat terkesan. Selain itu, berkas yang ditentukan juga tidak rumit, hanya menyerahkan fotocopy KTP, akta nikah dan kartu keluarga. Selebihnya, dari petugas Jasa Raharja yang membantu menguruskan.
“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih dan tentunya santunan tersebut sangat berarti bagi saya dan keluarga ,” ungkapnya.

  Revitalisasi Posyandu, untuk NTB Sehat Cerdas

Kepala PT. Jasa Raharja NTB, Mulyadi saat dihibungi via telepon mengungkapkan harapannya kepada masayarkat khususnya saat berada di jalan raya agar berhati-hati, baik sebagai pengendara roda dua, pengemudi mobil, atau bahkan saat sebagai pejalan kaki harus selalu berhati-hati. Kepada keluarga yang terkena musibah kecelakaan lalu lintas, diharapkan segera melaporkan ke Kepolisian, agar selanjutnya ditindaklanjuti Jasa Raharja.

Berdasarkan PMK No 15 dan 16 Tahun 2017, santunan yang harus dibayarkan Jasa Raharja kepada korban laka lantas Rp50 juta untuk ahli waris yang meninggal dunia. Santunan cacat tetap Rp 50 juta. Santunan biaya perawatan luka-luka maksimal Rp 20 juta. Penggantian biaya P3K (maksimal) Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans (maksimal) Rp 500 ribu. Biaya penguburan Rp 4 juta.

“Terlebih saat situasi new normal covid-19 seperti ini, sebaiknya kita tetap berhati hati dalam beraktivitas diluar rumah dan mengurangi kegiatan berkendara jika tidak mendesak sekali, walau bagaimanapun pelayanan kami saat Covid-19 seperti ini tidak terganggu dan berjalan seperti biasa,” demikian Mulyadi.(bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here