Menikmati Sajian Berbeda pada Masa Pandemi di Killa Senggigi

Sebagian fasilitas yang dimiliki Kila Senggigi.

Mataram (Suara NTB) -Bersantai di Killa Senggigi tidak sekadar mendapat layanan dan fasilitas hotel semata. Ada sajian lain yang tidak didapat di tempat lain, seperti menikmati sajian alam, burung, dan suasana pantai.

Areal kebun yang menjadi halaman Killa Senggigi adalah tempat bermain burung-burung, sebut saja kecial, jalak, dan lainnya. Burung-burung ini liar, tidak dipelihara. Kebun Killa Senggigi adalah habitatnya. Kicauannya merdu. Apalagi di pagi dan sore hari. saling bersahutan dengan suara gelombang yang menepi di pinggir pantai Senggigi.

Ada beberapa pepohonan rimbun yang menjadi rumah burung. Di antaranya pohon akasia, kamboja, kayu putih, pohon juwet, belum lagi kelapa. Termasuk satu lagi pohon randu raksasa, mirip pohon purba. Semuanya terawat. Bunga-bunga juga ditata apik. Semuanya dipandang hijau. Areal halaman sekaligus kebunnya adalah rerumputan.

Hawa di Killa Senggigi terasa sejuk, meskipun matahari sedang terik. Terutama jika duduk di Restoran Rinjani yang dibangun dengan bahan serba kayu, beratap ilalang. Di kala terik, hawanya sejuk. Di kala dingin, hawanya hangat. Sangat alami untuk menikmati sajian menu di Killa Senggigi.

Di depan ada kolam renang. Memanjakan mata. Di sebelah barat, pemandangannya adalah hamparan pesisir pantai yang jernih dan bersih. Suara NTB menikmati suasana ini, saat berdiskusi dengan General Manajer Killa Senggigi, Bambang Suponco, siang Selasa, 15 September 2020 kemarin.

Sajian alamnya sangat nikmat. Suara burung-burung, angin sepoi-sepoi. Dan pemandangan terbuka yang cantik. Suasana ini yang dibutuhkan di masa pandemi Covid-19. Apalagi yang ingin menjaga imunnya, menjaga kebahagiaannya, atau ingin mengisolasi diri, mencari ketenangan.

Killa Senggigi adalah hotel dan resort bintang empat. Hotel ini legendaris. Hotel pertama saat pariwisata Lombok baru dimulai. Saat didirikan dulu, namanya Hotel Senggigi Beach. Cikal bakal bermunculannya hotel-hotel lain di Senggigi.

Killa Senggigi mengusung kearifan lokal. Konsep tradisional. Di lahan seluas 12 hektar, dibangun 150 kamar hotel, dan 16 villa. Pilihan kamarnya pool villa (16 kamar), deluxe bungalow (2 kamar), sea view bungalow (22 kamar), garden bungalow (22 kamar), sea view room (40 kamar), garden room (64 kamar).

Di masa pandemi Covid-19 ini, Killa Sengigi menurunkan harga. Diskonnya fantastis. Untuk semua fasilitas. Kamar yang biasanya dihargakan Rp1,5 juta per malam menjadi Rp500 ribu. Killa Senggigi masih laris, meskipun musim Corona. Tingkat keterisian kamarnya tinggi. Terutama saat akhir pekan.

“Jumat pekan kemarin 53 kamar terisi. Sabtunya 127 kamar, Ahadnya 47 kamar. Seninnya 21 kamar. Selasa hari ini, 3 kamar,” kata Bambang merinci okupansinya.

Tamu-tamu yang dilayani saat ini adalah tamu lokal, dalam daerah. Karena wisatawan asing sudah tak memungkinkan untuk berwisata akibat Covid-19. Killa Senggigi memiliki areal yang sangat luas. Bisa jogging, bersepeda, di pantai bisa bermain kano. Ada dua restoran besar, Restoran Rinjani dan Restoran khusus Italiano. Fasilitas lainnya juga tersedia, misalnya spa.

Untuk pertemuan besar, Killa Senggigi memiliki fasilitas ball room. Isinya mampu menampung 800 orang. Untuk kegiatan pertemuan, tersedia juga ruang meeting kapasitas hingga 300 orang. Bambang menyebut, sejak bulan Agustus lalu, Killa Senggigi digunakan untuk pernikahan atau weading. Pilihannya ada untuk weading room, atau yang terbuka. “Sejak Agustus sudah ada 14 kegiatan weading di sini,” ujarnya.

Pilihan Killa Senggigi untuk weading sangat tepat. Apalagi saat corona. Mengundang orang di tempat yang membutuhkan areal luas. Mengatur jarak. Tempatnya juga terbuka, sehingga kecil kemungkinan terjadi penularan virus. Apalagi Killa Senggigi juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Cek suhu badan saat masuk, cuci tangan, tempat hand sanitizer disiapkan di beberapa titik. Penggunaan masker juga diwajibkan kepada tamu.

Untuk paket weading, harganya juga didiskon. Biasanya Rp35 juta, turun menjadi Rp20 juta untuk 200 pack atau untuk sekitar 400 orang tamu undangan. Venuenya bisa di pinggir pantai. “Kalau sama catering, Rp125.000/pack. Biasanya Rp250.000/pack,” jelas Bambang.

Untuk paket isolasi, Killa Senggigi juga memberikan harga miring. Ditawarkan Rp550.000/ruangan/malam/orang. Sudah termasuk makan tiga kali, dan laundry. Tempat ini cocok, didukung garden yang luas untuk jogging kapan pun.

“Seluruh diskon rencananya sampai akhir tahun ini (2020),” demikian ujar Bambang.(bul)