Menikmati Keindahan Hutan Bakau di Gili Sulat

Selong (Suara NTB) – Gili Sulat merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Disini terhadap hutan mangrove yang indah dan sangat cocok dijadikan sebagai tempat melakukan swafoto.

Gili ini memiliki panjang sekitar 5,2 kilometer, wisatawan juga bisa menyaksikan hutan bakau yang masih alami. Berbagai spesies burung hidup di hutan tersebut. Salah satunya adalah Burung Bertong atau Burung Maleo (Macrocephalon maleo).

Iklan

Dalam kurun waktu tertentu burung ini bermigrasi ke daratan lainnya. Seperti Sumbawa, Bima, Pulau Bali, dan Pulau Sulawesi. Gili Sulat memiliki spesies Mangrove terlengkap se-Asia Tenggara.

“Kalau yang suka foto-foto memang hutan bakau itu tempat yang pas. Gili Sulat sangat bagus untuk pecinta alam,” kata wisatawan asal Kota Mataram Ririn, Rabu, 27 Desember 2017.

Keindahan Hutan Mangrove Gili Sulat tidak banyak diketahui, sehingga tidak banyak pelaku pariwisata yang memasukkannya dalam paket wisata. Keterbatasan fasilitas pendukung membuat para pengunjung lebih memilih mendatangi Gili Kondo yang berada di sebelah Timur Gili Sulat.

Tidak ada rumah atau warung di gili ini. Pengujung hanya akan menemui pos jaga serta jalan masuk ke hutan mangrove sepanjang 400 Meter yang terbuat dari papan. “Memang tidak banyak yang datang, karena orang lebih memilih untuk pergi ke Gili Kondo,” ujarnya.

Setelah memasuki kawasan hutan Gili Sulat, wisatawan akan disambut dengan kicauan burung-burung yang hinggap di atas pohon bakau. Wisatawan juga menikmati keindahan hutan bakau dan berkeliling menggunakan kano.

Wisatawan dapat masuk ke dalam hutan melewati lorong-lorong Hutan Mangrove Gili Sulat yang lebat. Air laut yang jernih akan membuat wisatawan tidak hanya bisa menikmati pemandangan bakau, namun juga pemandangan bawah lautnya.

“Disana kita juga bisa renang karena airnya jernih dan ombaknya tidak keras,” kata Ririn.

Wisatawan bisa menyelam menggunakan alat selam atau snorkel yang disewakan oleh warga sekitar. Keindahan bawah lautnya tidak kalah indah dari gili-gili lain di Lombok. Sehingga, Gili Sulat bisa dikatakan sebagai destinasi wisata yang komplet. Dimana wisatawan tidak hanya menikmati keindahan hutan bakau, namun juga dapat menikmati keindahan bawah lautnya.

Untuk mencapai Gili Sulat, wisatawan harus menyeberang dari pelabuhan penyeberangan yang ada di Dusun Transad, Desa Labuhan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Perjalanan laut ke Gili Sulat memakan waktu sekitar 1 jam. Dari Kota Mataram ke Sambelia membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Sehingga total waktu yang dibutuhkan hingga sampai di Gili Sulat sekitar 2,5 jam. (lin)