Menhub dan Gubernur Tinjau Gili Mas, Ribuan Penonton MotoGP Bisa Menginap di Hotel Terapung

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mendampingi Menhub, Budi Karya Sumadi meninjau dermaga Pelabuhan Kapal Pesiar Gili Mas, Minggu, 20 September 2020. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, meninjau Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Minggu, 20 September 2020. Kedatangan Menhub untuk melihat kesiapan Pelabuhan Gili Mas dan Pelabuhan Lembar dalam mendukung pelaksanaan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika.

Menhub dan gubernur di samping pejabat eselon I Kementerian Perhubungan dan PT. Pelindo III meninjau terminal Pelabuhan Gili Mas yang baru saja selesai dibangun pada lahan seluas 66 hektare. Pembangunan Terminal Pelabuhan Gili Mas menghabiskan anggaran sebesar Rp550 miliar.

Iklan

Menhub bersama gubernur melakukan peninjauan di Pelabuhan Gili Mas sekitar 30 menit kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Lembar. Selain meninjau terminal penumpang, Menhub juga meninjau dermaga Pelabuhan Gili Mas yang memiliki panjang 440 meter dan mampu menampung dua kapal pesiar kapasitas besar.

Direktur Teknik dan Operasional PT. Pelindo III, Putut Sri Muljanto mengatakan Pelabuhan Gili Mas siap untuk mendukung keberadaan KEK Mandalika. Di mana, pada 2021 mendatang, akan menjadi tuan rumah MotoGP.

‘’Pak Menteri ke sini untuk melihat sendiri, bahwa pelabuhan ini sudah siap. Gili Mas siap menyambut MotoGP,’’ kata Muljanto.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan dibangunnya Pelabuhan Gili Mas adalah mendukung keberadaan KEK Mandalika. Apalagi, KEK Mandalika menjadi lokasi diselenggarakannya MotoGP 2021.

Jika pada pelaksanaan MotoGP 2021, jumlah kamar hotel terbatas di daratan atau di Pulau Lombok. Maka, Pelabuhan Gili Mas sudah dipersiapkan menjadi hotel terapung.

‘’Nantinya, kalau hotel di darat kurang, maka sudah siap ada hotel terapung yang sandar di sini untuk para wisatawan asing. Nanti nginap di kapal. Jadi, kita siap untuk mendukung MotoGP,’’ katanya.

Dengan panjang dermaga 440 meter, Pelabuhan Gili Mas mampu menampung dua kapal pesiar. Dengan jumlah penumpang untuk masing-masing kapal pesiar antara 3.000 – 4.000 orang. Artinya, kapal pesiar dapat dijadikan hotel terapung bagi wisatawan yang ada di dalamnya dengan kapasitas ribuan orang.

‘’Kita sudah siap, sudah selesai pembangunan Pelabuhan Gili Mas. Tinggal nanti dukungan semua pihak untuk pelebaran jalan dari sini sampai Pelabuhan Lembar. Jalan dengan lebar 6 meter ini, harapannya bisa diperlebar jadi 9 – 10 meter,’’ harapnya.

Pada 2021, diperkirakan jumlah kapal pesiar yang akan sandar di Pelabuhan Gili Mas antara 40 – 50 kapal. Dengan rata-rata jumlah penumpang per kapal antara 1.500 – 2.000 orang.

‘’Tadi Pak Menteri puas dengan pembangunan yang ada, fasilitas yang ada, kondisi bangunan. Ini salah satu dukungan Pelindo dan Kementerian Perhubungan menyukseskan MotoGP,’’ pungkasnya.

Terkait dengan pelebaran jalan dari Pelabuhan Gili Mas menuju Pelabuhan Lembar, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah mengajukan dua usulan ke Kementerian PUPR.  Yaitu, usulan pelebaran ruas jalan untuk mendukung akses menuju Pelabuhan Gili Mas dan Sirkuit MotoGP Mandalika.

Pelebaran dua ruas jalan yang diajukan ke Menteri PUPR, yaitu akses jalan dari Pelabuhan Lembar – Pelabuhan Gili Mas dan jalan dua jalur dari Bundaran Kuta – Bypass KEK Mandalika.

‘’Dua program penanganan jalan yang kita ajukan ke pusat. Pak Gubernur sudah mengusulkan ke Menteri PUPR,’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, ST, MT belum lama ini.

Sahdan menjelaskan, ruas jalan Lembar – Pelabuhan Gili Mas yang diusulkan dilebarkan sepanjang 7 Km dengan kebutuhan anggaran Rp55 miliar. Sedangkan jalan dua jalur dari Bundaran Kuta – Bypass KEK Mandalika sepanjang 5,6 km dengan kebutuhan anggaran Rp141 miliar. Sehingga total kebutuhan anggaran untuk pelebaran jalan provinsi tersebut sekitar Rp196 miliar.

Untuk akses jalan dari Pelabuhan Lembar – Pelabuhan Gili Mas akan dilebarkan menjadi 7 – 9 meter. Menurutnya, akses jalan Lembar – Pelabuhan Gili Mas prioritas ditangani lantaran lalu lintas kendaraan yang sudah mulai padat.

Terlebih, Pelabuhan Gili Mas dengan fungsinya sebagai tempat bongkar muat peti kemas juga tempat sandar kapal pesiar. Meskipun baru dibuka, aktivitas sandar kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas juga cukup banyak. Karena memang, pemandangan tempat-tempat wisata menjadi daya tarik kapal pesiar sandar di Pelabuhan Gili Mas.

Sahdan menjelaskan, dalam rapat dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Masrves), usulan pelebaran dua ruas jalan provinsi ini juga telah disampaikan. Diharapkan, pelebaran dua ruas jalan tersebut mendapatkan dukungan anggaran lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Jika belum terakomodir tahun ini, kemungkinan akan dilaksanakan 2021 mendatang. ‘’Jadi ada dua ruas yang kita ajukan ke pusat dibiayai pakai dana pusat,’’ terangnya.

Sahdan mengatakan, pelebaran jalan di dekat Sirkuit MotoGP Mandalika memang cukup mendesak dilakukan. Jika tak dilakukan pelebaran, maka akan terjadi bottlenecking pada saat perhelatan MotoGP 2021 mendatang.

‘’Dari barat sudah dua jalur sampai bundaran Kuta. Itu akan kita lanjutkan bangun dua jalur sampai jalan bypass. Posisi jalan yang kita lebarkan persis di depan Sirkuit MotoGP. Kalau tak dilakukan pelebaran jalur, maka akan jadi bottleneck pada saat penyelenggaraan MotoGP,’’ katanya.

Mantan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB ini menambahkan, untuk ruas jalan Sekotong – KEK Mandalika, juga menjadi atensi ke depannya. Untuk saat ini, ruas jalan dari Pelabuhan Gili Mas – Pelangan sudah standar. Yang perlu menjadi perhatian memang ruas jalan dari Pelangan – Selong Belanak yang saat ini lebarnya masih 4,5 meter.

Namun, penanganan ruas jalan lingkar selatan Pulau Lombok ini sudah masuk dalam program Integrated Tourism Masterplan (ITMP) Pulau Lombok. ‘’ITMP itu sebentar lagi menjadi Perpres. Penanganan akan dibiayai lewat dana loan atau APBN,’’ pungkasnya. (nas)