Mengenang Lalu Mariyun, Hakim Legendaris NTB yang Pimpin Pengadilan Soeharto

Lalu Mariyun (Almarhum). (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) — Mantan Hakim Tinggi Lalu Mariyun berpulang. Mariyun yang pernah memimpin sidang dengan terdakwa mantan Presiden Soeharto ini menghembuskan nafas terakhir di RSUP NTB. Mariyun meninggal dunia akibat Covid-19 dengan penyakit penyerta.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, menerangkan almarhum telah dirawat di ruang isolasi RSUD NTB sejak 22 Juli lalu. “Konfirmasi positif sudah rilis hari Rabu 22 Juli 2020, pasien No. 1821 atas nama Tn. LM usia 75 tahun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 25 Juli 2020.

Iklan

Menantu Mariyun, Ricky Gandi Saputra juga mengabarkan kepulangan ayahandanya. “Mamiq meninggal dunia menjelang Magrib pukul 18.45 (Jumat, 27 Juli 2020),” ucapnya.

Dia pun mengenang bagaimana di akhir hayatnya, Mariyun yang tetap menjaga semangatnya berkegiatan di Bale Mediasi. Bale Mediasi merupakan lembaga yang dibentuk Gubernur NTB.

Fungsinya menjalankan peran mediasi, pembinaan, dan koordinasi dalam pelaksanaan mediasi di masyarakat sesuai kearifan lokal.

Mengutip laman <https://tokoh.id/biografi/2-direktori/mengadili-mantan-presiden/>, Mariyun merupakan hakim putra daerah NTB yang lahir di Kopang, Lombok Tengah pada 15 Juni 1945.

Karir profesi hakimnya dimulai dari sejak lulus dari Sekolah Hakim dan Djaksa (SHD) dan menjadi hakim muda di Pengadilan Negeri Selong, Lombok Timur. Mariyun menamatkan sarjana hukum pada tahun 1974 dari Fakultas Hukum UGM.

Karirnya kemudian bersambung sebagai hakim di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sejenak menjadi hakim Pengadilan Negeri Mataram, Mariyun kemudian memimpin sebagai Ketua Pengadilan Negeri Praya.

Pada tahun 2000, Mariyun menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di ibukota Mariyun memimpin sidang monumental yakni mengadili kasus korupsi dengan terdakwa HM Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia.

Mariyun juga pernah menjadi hakim tinggi saat menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Mataram. (why)