Mengenal Ichan Musical, Sosok Musisi Asal Lombok di Balik Kepandaian Sulis LIDA dalam Bernyanyi

M. Najmul Ihsan atau Ichan Musical yang mengajarkan Sulis bernyanyi menunjukkan tempat rekaman Sulis di Dusun Kampung Baru, Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim, Rabu, 25 Agustus 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) -Keberhasilan dalam menggapai sebuah mimpi tentu harapan semua orang. Namun dalam mencapainya tidak bisa dilakukan sendiri tanpa adanya orang hebat yang secara konsisten membantunya. Termasuk dalam bidang bernyanyi, mengasah bakat pada ahlinya merupakan suatu keharusan. Seperti halnya Sulistyawati atau Sulis LIDA, di balik kepandaiannya gadis asal Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur itu, ternyata ada seorang musisi hebat di belakangnya. Dialah M. Najmul Ihsan.

Panas terik begitu terasa sekitar pukul 12.00 Wita pada Rabu, 25 Agustus 2021. Terlihat beberapa tukang bangunan tengah sibuk memasang batu bata dan lainnya di sebuah bangunan berlantai dua. Bangunan tersebut bukanlah bangunan sembarangan, melainkan sebuah tempat dilahirkannya para penyanyi-penyanyi berbakat yang kini tembus belantika musik nasional bahkan internasional. Tidak lain, bangunan ini merupakan rumah produksi yang melahirkan artis-artis Sasak yang kini mampu bersaing dengan artis lainnya di Ibu Kota Jakarta.

Iklan
M. Najmul Ihsan

Berada di pelosok Dusun Kampung Baru, Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim, rumah produksi yang bernama Ichan Musical ini di kalangan para penyanyi lokal di NTB bahkan musisi di Indonesia sudah tidak asing. Di sinilah tempat lahir dan terasahnya bakat-bakat talenta muda di NTB khususnya di bidang tarik suara. Salah satunya Sulis, gadis kelahiran tahun 2002 yang beberapa waktu lalu berhasil menjadi juara 2 di Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.

Selain Sulis, beberapa penyanyi yang namanya lebih dahulu melambung seperti Gita juara I KDI, Eva Yolanda LIDA, Risa D.U.A dan beberapa penyanyi lainnya lahir dari rumah produksi Ichan Musical ini. M. Najmul Ihsan, yang menggeluti dunia musik ini melahirkan rumah produksi miliknya tahun 2005, kemudian Risa D.U.A dan Sulis bergabung dengannya pada tahun 2013, sementara Baiq Gita-KDI bergabung tahun 2015 dan Eva Yolanda-LIDA tahun 2019.

“Alhamdulillah, mereka (talent) yang mengasah bakatnya di sini (Ichan Musical) mampu bersaing di luar,” terangnya, kepada Suara NTB saat ditemui di rumah produksi miliknya tersebut.

Di tengah keberhasilannya melahirkan penyanyi-penyanyi berkualitas ini, Ichan mengaku tidak ingin dipanggil seorang produser ataupun guru. Hal itu menurutnya karena seni tidak bisa diintervensi, melainkan seni dilahirkan oleh penyanyi itu sendiri. “Saya hanya menekankan kepada talent saya supaya mereka itu rajin ibadah,”ungkapnya.

Meskipun sering keluar masuk Pulau Jawa, Ichan mengaku enggan untuk membawa rumah produksinya pergi. Ia lebih memilih rumah produksinya ini tetap berada di Desa Kabar dan membawa keberkahan bagi talenta-talenta muda di NTB dan Lotim pada khususnya untuk mengasah bakatnya. Rumah produksi ini baginya merupakan rumah bersama para artis-artis Lombok dan saat ini sudah membuat lima album, baik cilokaq (lagu Sasak), rock, pop, dan lainnya.

Lalu seperti apa sosok Sulis LIDA di mata Ichan?

Ichan Musical mengakui bahwa Sulis LIDA merupakan salah satu talent terbaiknya yang paling tekun dan memiliki loyalitas cukup tinggi. Sulis juga dinilainya memiliki karakter adem serta gigih dalam belajar. Bahkan selama Sulis mengikuti kompetesi LIDA di salah satu televisi swasta nasional tersebut, beberapa kali Sulis menghubunginya untuk berterima kasih dan meminta masukan.

“Sulis salah satu talent saya yang terbaik. Orangnya gigih dan pemaaf,” tuturnya sembari menunjukkan chat Sulis di ponselnya.

M. Najmul Ihsan mengaku, yang paling istimewa dari seorang Sulis selalu mengutamakan keluarga, apapun yang dikerjakan tidak terlepas dari restu orang tuanya. Salah satu peristiwa yang membuatnya kagum yaitu, hasil rekaman lagu yang dibawakan Sulis selalu digunakan untuk membantu perekonomian orang tuanya dan membiayai kuliahnya.

“Sulis juga pernah ketiduran di kursi operator sambil ngorok dilihat oleh para talent-talent yang lain. Saat terbangun ia langsung minta maaf dan menjelaskan bahwa ia kecapaian karena sedang ujian semester,” tutur Ichan sembari ketawa dan menunjukkan kursi tempat Sulis ketiduran waktu itu.

Karakter seorang Sulis, tuturnya, tidak pernah berubah sejak awal bergabung dengannya pada tahun 2013 bersama delapan talent lainnya. Selama bergabung, Sulis dikenalnya memiliki kemampuan cukup baik di bidang paduan suara. “Sulis sosok penyanyi yang tanggap terhadap intonasi dan cengkok sebuah lagu,” ungkapnya.

Atas prestasi yang saat ini telah diraih Sulis, Ichan berharap supaya Sulis tetap mengingat pintu rumahnya dan tidak lupa jalan pulang. Artinya Sulis yang pandai tilawatil Quran dan bernyanyi supaya dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Termasuk terus berkarya dan tidak salah memilih teman selama berada di Ibu Kota Jakarta.

“Termasuk dalam memilih produser supaya yang professional serta pandai menciptakan lagu. Insya Allah, Sulis ini sudah siap untuk menjadi bintang,” ungkapnya. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional