Mengecewakan, 350 ASN Loteng Mangkir Hari Pertama Kerja

Praya (Suara NTB) – Ancaman sanksi berupa pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) ditambah sanksi lainnya, belum cukup ampuh untuk membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng) disiplin masuk kerja hari pertama pascalibur panjang lebaran. Terbukti, ratusan PNS tercatat mangkir pada hari pertama masuk kerja, Senin, 3 Juli 2017.

Data yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, dari 2.166 ASN lingkup Pemkab Loteng yang tersebar di 41 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada, sekitar 350 orang lebih di antaranya diketahui tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan sakit, cuti kerja dengan alasan penting sampai yang tanpa keterangan yang jelas.

Iklan

“Secara umum tingkat kehadiran PNS pada hari pertama jauh di bawah harapan, hanya sekitar 83 persen. Dimana 17 persen sisanya tidak masuk kerja dengan berbagai alasan,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H. M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada wartawan, Senin siang.

Hanya saja, sampai sejauh ini pihak masih melakukan verifikasi kembali tingkat kehadiran para ASN lingkup Pemkab Loteng. Pasalnya, dari jumlah ASB yang tidak masuk kerja tersebut ada juga pegawai RSUD Praya yang sebelumnya dapat jatah piket serta tukang kebun yang sudah datang pagi hari, namun belum sempat mengisi absensi.  Untuk itu, pada pegawai RSUD Praya dan tukang kebun ada pengecualian.

“Untuk data pastinya, masih kita verifikasi kembali. Berapa yang tidak masuk karena alasan sakit, cuti dan tanpa keterangan,” jelasnya.

Ia pun mengaku cukup kecewa dengan kondisi tersebut. Terlebih, pihaknya sudah mengingatkan para ASN lingkup Pemkab Loteng untuk disiplin masuk kerja pada hari pertama kerja pascalibur panjang jauh-jauh hari sebelumnya. Namun nyatanya, instruksi tersebut tidak dipatuhi oleh sejumlah oknum ASN di daerah ini.

Disinggung sanksi yang akan diberikan bagi ASN yang tidak masuk kerja hari pertama pasca libur lebaran tersebut, Nursiah menegaskan, tetap seperti komitmen awal. Di mana selain akan diberikan teguran tertulis juga akan dijatuhkan sanksi berupa pemotongan TKD. Tapi itu khusus bagi ASN yang tidak masuk tanpa keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara untuk keperluan klarifikasi mulai Selasa besok (hari ini,red) para PNS yang tidak masuk kerja hari pertama tersebut akan dipanggil dan diminta penjelasan dari PNS bersangkutan barulah kemudian dilakukan klarifikasi dan sanksi akan diberikan.

Pihaknya pun berharap sanksi yang akan diberikan tersebut, bisa memberikan efek jera, baik itu bagi ASN bersangkutan maupun ASN yang lain. Supaya ke depan, apa yang dilakukan tersebut tidak diulangi kembali. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional