Mengaku Polisi, Pria Ini Diduga Perkosa Pacar

Mataram (Suara NTB) – Meski sudah beristri dan beranak satu, Herman alias Irfan Mahendra (35) masih nekat saja. Warga Mantang, Lombok Tengah itu memacari wanita lain dan diduga memerkosanya. Berbekal pengakuan sebagai anggota Brimob.

Korbannya, WH (21) terbujuk rayuan Herman setelah tiga bulan pacaran. Korban mengikuti saja saat diajak ke sebuah penginapan di Sesaot Narmada, Lombok Barat.

Iklan

Tak menyangka, korban yang kenal dengan pelaku dari seorang kawannya itu disetubuhi paksa. Telepon genggamnya juga dibawa kabur.

Pelaku ternyata pulang ke rumah istrinya di Lopok, Sumbawa. Tempat di mana ia diciduk polisi, Sabtu, 26 Agustus 2017.

“Pelaku memperkenalkan diri sebagai anggota polisi untuk mengelabui korbannya. Setelah dipacari tiga bulan, lalu disetubuhi,” ungkap Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Senin, 28 Agustus 2017.

Barang bukti yang diamankan antara lain, pakaian dalam pelaku dan korban, telepon genggam, serta hasil visum dari RS Bhayangkara.

“Kita masih menunggu hasil visum, tetapi indikasi awal ada kekerasan di kemaluan korban,” terangnya.

Dalam pengakuannya, Herman berdalih berniat menikahi korban. Pelariannya ke Sumbawa juga untuk mencari uang nikah berikut izin dari istrinya.

“Sisa uang saya Rp 25 ribu waktu itu, jadi saya pulang ke Sumbawa untuk mencari tambahan untuk menikahi dia,” kata Herman memberi kesaksian.

Saat bertemu dengan istri, lanjut dia, ia sudah mengakui kesalahan dan mengklaim telah mendapat izin untuk menikah lagi.

“Dia suruh saya nikahin anak ini (korban),” kata dia. “Ya karena sudah tiga kali saya berhubungan (intim) dengan dia,” imbuh Herman tanpa rasa penyesalan. Herman disangkakan pasal 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional