Mengaku dari Penegak Hukum, Penelepon Gelap Teror Pejabat Loteng

Praya (Suara NTB) – Aksi penelepon gelap belakangan mulai banyak meneror para pejabat lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng). Untuk itu, para pejabat maupun masyarakat di daerah ini diminta untuk waspada. Jangan sampai jadi korban para penelepon gelap ini.

Imbauan ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, MSi, Jumat, 24 Februari 2017.

Iklan

Ia menjelaskan, para penelepon gelap biasanya mengaku sebagai pejabat dari kepolisian, jaksa maupun instansi lainnya. “Tujuanya hanya satu, mengeruk keuntungan pribadi dari para korban,” sebutnya.

Herdan mengatakan, dirinya pun sempat dua kali dihubungi oleh penelepon gelap tersebut. Pertama, penelepon gelap mengaku sebagai salah satu pejabat dari BPKP Perwakilan NTB. Mereka meminta nomor handphone sejumlah pejabat tertentu, termasuk nomor Bupati dan Wakil Bupati Loteng. Namun karena meragukan, dirinya tidak menanggapinya.

“Terakhir, Kamis (23/2) kemarin, penelepon gelap kembali menghubungi saya dan mengaku sebagai Kapolres Loteng yang baru. Permintaannya pun hamper sama, nomor hp sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng. Namun setelah dicek, nomor itu tidak jelas,” akunya.

Pihaknya menduga, hal serupa juga dialami beberapa pejabat lingkup Pemkab Loteng. Pasalnya, beberapa pejabat juga mengaku pernah dimintai homor handphone oleh orang yang mengaku dari pihak kepolisian. Sehingga kini para pejabat lingkup Pemkab Loteng maupun masyarakat umum, harus tetap waspada. “Jika ada anggota masyarakat maupun pejabat lingkup Pemkab Loteng yang mendapat telepon gelap, kita minta untuk tidak ditanggapi. Bila perlu, masyarakat dan pejabat yang ditelepon segera mengecek ke instansi bersangkutan,’’ sarannya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here