Menelusuri Jejak Islam NTB Melalui Pameran Peradaban Islam

Mataram (suarantb.com) – Pameran Peradaban Islam Nusantara di arena MTQ Nasional menjadi salah satu daya tarik yang bisa menambah khazanah keislaman. Pameran yang diselenggarakan Museum Negeri NTB ini memamerkan benda-benda peninggalan dari para penyebar Islam di daerah ini, khususnya Pulau Lombok.

Benda-benda yang dipamerkan antara lain, Al Qur’an berusia ratusan tahun, babad Lombok, alat-alat peribadatan, wayang Lombok, kitab barzanji, Sahra (kotak milik Kyai Haji Rais Sekarbela), miniatur Masjid Bayan Beleq, dan jaran kamput.

Iklan

Memasuki area pameran, di tengah ruangan pengunjung bisa melihat miniatur Masjid Bayan Beleq. Masjid Bayan Beleq dipilih karena telah berumur ratusan tahun dan dibuat oleh penyebar agama Islam di Bayan. Bangunan dan atap masjid sendiri masih menggunakan anyaman bambu. Demikian penjelasan dari pemandu pameran, Bunyamin.

Di sebelah kanan miniatur masjid, diletakkan dua jaran kamput yang biasanya digunakan untuk mengarak anak yang akan dikhitan atau praje. Jaran kamput berbentuk kuda dengan kepala naga. “Kepala naga dimaksudkan untuk menambah kharisma dari jaran kamput itu sendiri, karena kuda kan sudah biasa,” jelas Bunyamin.

Dalam kotak-kotak kaca, pengunjung bisa melihat koleksi Al Qur’an yang sudah berumur ratusan tahun. Al Qur’an ini ditulis di atas kertas dari kulit kayu (deluang) menggunakan tinta Cina. Selain itu, ada Babad Lombok berbahasa Jejawe. Babad ini berisi tentang letusan gunung Rinjani, kedatangan orang Jawa (Kerajaan Majapahit) ke Lombok dan kisah penyebaran Islam di Lombok.

Salah satu sudut yang menarik dari pameran ini adalah koleksi wayang Lombok. Wayang ini digunakan oleh Sunan Prapen untuk menyebarkan agama Islam.

“Saat Sunan Prapen sampai di Lombok, penduduknya masih beragama Hindu, yang sudah terbiasa dengan pagelaran-pagelaran. Kemudian oleh Sunan Prapen, pagelaran wayang ini dimanfaatkan untuk menyebarkan Islam. Karena pertunjukan seperti ini lebih cepat menarik minat penduduk, daripada melakukannya dengan berceramah. Cerita wayang yang dipertunjukkan juga berasal dari kisah-kisah dari Persia. Salah satunya cerita Amir Hamzah,” jelasnya.

Selain koleksi yang berasal dari NTB, pameran ini juga diisi dengan koleksi dari provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Keduanya berperan penting dalam penyebaran Islam di Lombok dan Sumbawa. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here