Menelusuri Gua Liang Petang di Sumbawa

Mataram (Suara NTB) – Gua Liang Petang merupakan gua unik yang diyakini memiliki banyak misteri. Namun gua ini belakangan semakin sering dikunjungi wisatawan karena keunikan dan keindahannya.

Gua ini terletak di punggung sebuah gunung dalam hutan yang berlokasi cukup jauh dari Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa.

Iklan

Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua dari desa Batu Tering, kemudian berjalan kaki melewati sebuah sungai kecil bernama tou sekat yang berarti sungai yang sempit. Karena diapit oleh tebing batu cadas, airnya berwarna hijau berkilau membuat siapa saja ingin mandi dan menikmati kesegarannya. Setelah itu barulah pengunjung harus menembus hutan selama kurang lebih 25 menit untuk sampai di pintu gua.

“Saya pernah ke sana sekali dan tempatnya bagus. Cocok bagi wisatawan yang menyukai tantangan,” kata warga Sumbawa Muhammad Nur, di Mataram, Selasa, 26 Desember 2017.

Ia mengatakan bahwa gua ini memang sangat gelap. Sehingga sesuai dengan namanya yaitu Liang Petang yang bisa saja diartikan sebagai gua malam. Mulut gua tidak terlalu besar, untuk memasukinya pengunjung harus melewati sebuah titian kecil yang terbuat dari beberapa batang kayu.

Ruangan didalam gua cukup luas, berbagai keunikan mulai tampak ketika wisatawan berada di dalamnya. Bentuk- bentuk stalagnit yang menempel di langit-langit gua menambah kesan yang indah.

Hal menarik yang akan dilihat adalah batu mayat. Entah terbentuk karena proses alam atau memang ada unsur sejarahnya, yang jelas ini adalah batu yang menyerupai jasad dua orang manusia terbaring berdampingan di bawah langit-langit gua. Meski saat ini bentuknya sudah tampak kurang jelas karena tidak terawat karena mulai terkikis oleh air dari dalam gua.

“Itu perjalanan yang cukup berkesan. Karena tidak banyak juga orang yang datang,” ujarnya.

Di ruang lainnya terdapat sebuah tempat khusus untuk bertapa, dan yang satu ini adalah peninggalan para leluhur yang konon sempat bertempat tinggal di dalam gua ini. Berdasarkan cerita rakyat di Batu Tering, bahwa zaman dahulu, pernah ada seorang ulama dan beberapa pengikutnya yang hidup di dalam gua Liang Petang.

Tidak jauh dari ruang pertapaan, ada sebuah kolam kecil dari mata air. Dahulu kala masyarakat lokal bisanya datang ke tempat ini untuk sekedar membayar nazar. Tidak jauh dari sana terdapat mata air dan sebuah batang bambu melintang di dinding gua. Batang bambu tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk menuju ke sebuah ruangan lainnya yang berada cukup tinggi dari lantai gua.

Tempat tersebut oleh penduduk lokal disebut Alang. Konon di atas sana terdapat beberapa peninggalan unik. Menurut cerita rakyat lokal di sana, di Alang Gua Liang Petang pengunjung bisa melihat patung perempuan yang sedang menenun.

“Tapi saya tidak sempat ke sana karena waktu itu saya sudah sangat lelah,” ujarnya. Ini merupakan salah satu destinasi wisata baru di Sumbawa yang bisa dikunjungi oleh wisatawan pecinta minat khusus. Karena selain tempatnya yang bagus, di sepanjang perjalanan wisatawan bisa menikmati dengan pemandangan yang indah. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here