Mendikbudristek Apresiasi Capaian MBKM Unram

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (kiri) didampingi Rektor Unram Prof. Lalu Husni, saat melakukan kunjungan dan dialog di Unram, Rabu, 6 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, BA., MBA., melakukan kunjungan ke Universitas Mataram (Unram) yang dikemas dalam acara Dialog bersama pimpinan PTN/PTS se-NTB dan mahasiswa di Gedung Auditorium M. Yusuf Abubakar Unram, Rabu, 6 Oktober 2021.

Mas Menteri panggilan akrab Nadiem Anwar Makarim, hadir bersama Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., dan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. Selain itu, turut hadir Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., Direktur Kelembagaan Kemdikbudristek Dr. Ir. Ridwan, M.Sc., dan Direktur Sumberdaya Kemdikbudristek Dr. Muhammad Sofwan Effendi, M.Ed.

Iklan

Acara yang digelar santai itu, dibuka oleh Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni., SH., M.Hum. dengan menayangkan Video Profil singkat Unram.

Unram saat ini mengelola 9 Fakultas dan program pascasarjana. Jumlah Program Studi di Unram sebanyak 63, mulai dari Program Vokasi sampai dengan Program Doktor (S3). Unram memiliki mahasiswa (student body) sebanyak 34.380 yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia dan 6 (enam) negara yakni; Amerika Serikat, Korea Selatan, Palestina, Turki, Timor Leste dan Ukraina,” papar Prof. Husni.

“Dari 63 Prodi tersebut termasuk 2 Prodi Vokasi KLU dan 3 Prodi Vokasi Bima. Program Vokasi tersebut dipersiapkan menjadi Poltek Negeri yang mendapatkan mandat pembukaan saat Pak Nuh menjadi Mendikbud, pada saat Pak Natsir menjabat sempat dikunjungi kesiapan pembukaannya, namun belum terealisasi sampai sekarang,” sambungnya.

Prof. Husni berharap pada masa Mas Menteri, Poltek Negeri ini bisa terwujud. Begitu pula dengan 3 Prodi di bawah Rektor yang semula dihajatkan menjadi fakultas baru yakni Fisipol.

Sejak Mas Menteri mencanangkan Program MBKM, Unram telah menetapkan kebijakan sebagai landasan hukum Program MBKM yakni 8 (delapan) Peraturan Rektor dan 4 (empat) Keputusan Rektor yang mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh Kementerian.

Rektor ke-sembilan Unram itu menyebutkan bahwan Unram telah berhasil menjalankan Program MBKM yang dibuktikan dengan berbagai capaian di tahun 2020/2021 antara lain: (1) Mahasiswa yang mengambil mata kuliah di luar prodi dalam Perguruan Tinggi yang sama berjumlah 137 orang, (2) Mahasiswa yang mengambil mata kuliah di luar prodi di Perguruan Tinggi yang berbeda sebanyak 249 orang, (3) Mahasiswa yang mengambil mata kuliah di luar prodi di luar Perguruan Tinggi berjumlah 180 orang, (4) Mata kuliah yang ditawarkan untuk MBKM tercatat 426 orang, (5) Mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang/praktek di industri  berjumlah 635 orang.

Selain itu, (6) mahasiswa yang mengikuti kegiatan proyek di desa sebanyak 422 orang, (7) mahasiswa yang mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa sebanyak 143 orang, (8) mahasiswa yang mengikuti kegiatan penelitian/riset berjumlah 407 orang. (9) Mahasiswa yang mengikuti kegiatan kewirausahaan sebanyak 247 orang, (10) mahasiswa yang mengikuti kegiatan studi/proyek independen berjumlah 46 orang. (11) Mahasiswa yang mengikuti kegiatan proyek kemanusiaan berjumlah 33 orang, (12) mahasiswa yang mengikuti kegiatan mengajar di sekolah sebanyak 408 orang, (13) SKS yang ditawarkan untuk MBKM sebanyak 1062 SKS.

Sementara itu, Unram pada tahun 2020/2021 juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta dalam menyukseskan program MBKM yakni sebanyak 15 kerjasama dengan PTN/PTS, ada 28 kerjasama dengan pihak pemerintah, dan 27 kerjasama dengan Dunia Usaha  dan 14 kerjasama dengan Dunia Industri (DUDI). “Total kerja sama untuk melaksanakan MBKM ini sebanyak 94 kerja sama,” jelas Prof. Husni.

Meskipun demikian, Prof. Husni mengakui bahwa sebagai program yang relatif baru, implementasi MBKM tentu ada masalah/kendala yang dihadapi.

Capaian MBKM yang diraih Unram mendapatkan apresiasi dari Mas Menteri. Mas Menteri mengatakan jika Unram telah menjalankan kebijakan MBKM ini dengan sangat baik.

“Begitu dibuka celah, banyak sekali yang kemudian bisa masuk (mengikuti program MBKM di Unram), di Unram tadi ada banyak sekali yang mengikuti MBKM, ini luar biasa,” kata Mas Menteri.

Mas Menteri juga menyarankan agar dosen bisa menarik daya nalar mahasiswa untuk berdiskusi, kerja kelompok dan mengasah presentasi dan berdebat.

“Dosen harusnya tidak hanya ceramah di depan kelas, dosen bisa membuat rekaman pembelajaran kemudian ketika masuk ke kelas mahasiswa perlu diarahkan untuk lebih banyak berdiskusi, kerja kelompok, mengasah presentasi dan berdebat,” tegasnya.

Dalam acara dialog tersebut juga diberikan kesempatan kepada para pimpinan perguruan tinggi untuk memberikan masukan-masukan kepada mas menteri. (ron/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional