Mendikbud Diganti, Guru Honorer Harap Kesejahteraan Lebih Terjamin

Mataram (suarantb.com) – Bergantinya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru-baru ini diharap memberi wajah baru pada dunia pendidikan Indonesia. Terutama terkait rencana Mendikbud yang akan menghapus program serifikasi guru. Guru-guru honorer berharap kebijakan tersebut dapat lebih menjamin kesejahteraan guru-guru di Indonesia.

Guru Honorer asal Lombok Timur, Restu, mengungkapkan bahwa pemerintah sebaiknya menjalankan visi tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan menghapus program-program sebelumnya, seperti sertifikasi atau UKG.

“Jangan sampai program sebelumnya dihapus sementara visinya belum jalan. Bagi guru PNS ya tidak masalah meskipun sertifikasinya dihapus, tapi bagi non PNS, apa yang bisa diharapkan?” ujarnya kepada suarantb.com, Senin, 1 Agustus 2016.

Hal serupa disampaikan oleh guru asal Lombok Tengah, Baiq Ewiq, Ia mengatakan bahwa jika penghapusan terhadap program serifikasi diberlakukan, maka tunjangan guru harus diperhatikan. Karena hingga saat ini, pendapatan guru honorer tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga dengan visi misi Mendikbud yang baru ini, kesejahteraan guru semakin membaik jika dibandingkan dengan tunjangan yang sudah diatur oleh Mendikbud sebelumnya,” harapnya.

Menurutnya, kesejahteraan guru adalah hal yang patut menjadi perhatian pemerintah. Karena perjuangan dan pengorbanan guru, terutama guru honorer untuk pendidikan Indonesia bukanlah hal yang mudah. Terutama bagi guru yang telah lama mengajar namun hingga saat ini belum mendapatkan tunjangan yang layak.

“Visi yang sekarang ini mudah-mudahan dapat menjamin guru honorer, terutama yang sudah lama menjadi guru honorer. Kasihan, pendapatannya hanya segitu-segitu saja,” pungkasnya. (rdi)