Mendagri dan Gubernur Minta Masyarakat Tak Panik Sikapi Corona

Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc meminta masyarakat tak panik menyikapi kasus virus Corona. Mendagri secara khusus meminta kepala daerah dan pejabat tak membuat pernyataan yang membuat masyarakat bingung dan panik.

‘’Saya kira tak perlu panik. Pemerintah telah berupaya dengan segala kemampuan yang ada. Kita tahu koordinasi di tingkat nasional dilakukan Kementerian Luar Negeri. Kemudian koordinasi jaringan kesehatan dilakukan Menteri Kesehatan,’’ kata Mendagri dikonfirmasi usai upacara peringatan HUT Satpol PP ke-70 dan Satlinmas ke-58 di Eks Bandara Selaparang Kota Mataram, Selasa, 3 Maret 2020 siang.

Iklan

Selain berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat, Mendagri mengatakan kepala daerah juga banyak melakukan langkah-langkah preventif. Ia mengajak masyarakat agar memperkuat daya tahan tubuh dengan rutin berolahraga.

Menurutnya, Indonesia beruntung berada di daerah tropis. Karena pada suhu-suhu yang panas, virus Corona tak akan bisa berkembang. Di samping memperkuat daya tahan tubuh dengan berolahraga, ia meminta masyarakat juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi.

Penyebaran virus Corona ke orang lain lewat sentuhan langsung dengan penderita. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar rutin mencuci tangan. Mantan Kapolri ini menambahkan, Indonesia sudah berpengalaman dalam menangani kasus-kasus kesehatan, seperti SARS, MERS, demam berdarah dan lainnya.

‘’Jadi ndak perlu panik yang membuat yang lainnya terganggu. Kadang-kadang masalahnya A, tapi kemudian efeknya yang membuat dampak yang tak perlu. Termasuk adalah ekonomi dan lain-lain,’’ katanya.

Masyarakat diminta tak perlu datang ke supermarket memborong kebutuhan pokok dengan adanya penemuan kasus positif Corona di Depok, Jawa Barat. Ia menegaskan, pemerintah menjamin ketersediaan sembilan kebutuhan pokok dan lainnya.

‘’Masyarakat ndak perlu panik. Bekerja seperti biasa justru akan memperkuat daya tahan negara kita,’’ ujarnya.

Dijelaskan, saat ini Indonesia sedang diuji. Daya tahan ekonomi dan sosial jangan sampai terpancing dengan adanya isu-isu hoaks tentang virus Corona. Ia mengharapkan, kepala daerah dan pejabat pemerintah menyampaikan secara terbuka. Agar masyarakat tidak panik dengan kasus virus Corona.

‘’Karena kalau panik, itu akan menimbulkan efek domino yang kontraproduktif. Masyarakat kampung akan keluar, nggak mau bekerja, ekonomi tak jalan,’’ terangnya.

Antisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia, kata Tito, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengontak seluruh rumah sakit provinsi. ‘’Jadi kita tak mau menyampaikan ke publik berlebihan. Yang kesannya over reaktif yang membuat masyarakat panik,’’ katanya.

Kepala daerah dan pejabat diminta membuat pernyataan yang menenangkan masyarakat. ‘’Saya minta teman-teman kepala daerah, pejabat, tidak membuat pernyataan yang membuat masyarakat bingung dan panik. Buat pernyataan yang menenangkan,’’ katanya mengingatkan.

Hal senada dikatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si. Terkait antisipasi penyebaran virus Corona di NTB, Pemprov sudah meminta Pemda kabupaten/kota meningkatkan pengawasan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Gubernur mengatakan Pemda kabupaten/kota sudah siap melakukan antisipasi di lapangan, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Orang nomor satu di NTB ini menjelaskan, sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar memberikan sosialisasi dan informasi yang benar kepada masyarakat tentang virus  Corona.  Termasuk apa saja yang menyebabkan penularan virus Corona dan bagaimana cara antisipasi pencegahannya. Supaya masyarakat tidak panik ketika mendapat informasi yang keliru.

Selain itu, perlakuan kepada wisatawan yang berkunjung ke NTB juga tak akan dilakukan secara berlebihan. Sehingga tak membuat mereka takut datang ke NTB. ‘’Kalau ada yang terjadi, kita akan lakukan antisipasi dengan baik,’’ terangnya.

Gubernur menambahkan, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota sudah melakukan antisipasi sejak beberapa minggu terakhir. Pemda sudah menyiapkan rumah sakit yang dilengkapi ruang isolasi untuk masyarakat atau wisatawan yang suspect Corona.

‘’Kita sudah siapkan rumah sakit, Dinas Kesehatan bekerja dalam sunyi. Jadi walaupun kita diam-diam bukan berarti tak bekerja,’’ ucapnya.

Gubernur mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, NTB masih aman dari virus Corona. Meskipun ada warga negara India yang sempat dirawat di RSUD Provinsi NTB, namun yang bersangkutan negatif Corona. (nas)