Mencapai Ambang Batas Tak Menjamin Ikut SKB

Ilustrasi seleksi CPNS. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) pada hari ketiga semakin banyak berguguran. Meskipun demikian, pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lulus nilai ambang batas atau passing grade belum tentu ikut seleksi kompetensi bidang (SKB).

Sesi kedua pada hari ketiga yang ikut SKD mencapai 1.077 peserta. Pelamar yang tidak memenuhi nilai ambang batas 644 orang. Dan, 433 pelamar memenuhi passing grade. Rata – rata dari hasil ujian tersebut sudah bisa memenuhi formasi yang dilamar.

Iklan

“Di hari ketiga ini semua formasi terpenuhi. Banyak yang lulus passing grade,” kata Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin dikonfirmasi, Rabu, 5 Februari 2020.

Muja mengaku, sampai hari ketiga ini, pelaksanaan seleksi berjalan lancar. Hasil SKD di hari kedua formasi yang dilamar telah terisi. Sebab, banyak pelamar yang memenuhi nilai ambang batas. Namun demikian, pelamar yang lulus passing grade belum menjamin bisa mengikuti SKB, karena tergantung jumlah formasi yangi dibutuhkan di lokasi yang dilamar.

Seandainya satu instansi yang mendapatkan nilai ambang batas tujuh orang hanya akan diambil tiga orang, sistemnya adalah perangkingan. “Dari tujuh orang yang lulus passing grade. Nanti tiga orang diambil dengan sistem perangkingan. Tergantung dari nilainya,” tandasnya. Untuk nilai tertinggi passing grade adalah 420. Dan, nilai terendah 129.

Selama pelaksanaan tes belum ada gangguan baik dari kendala server, jaringan maupun listrik. Pihaknya telah mengantisipasi dengan menyiapkan genset. Disamping itu, tenaga teknis dari SMKN 3 Mataram maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN) standby jika terjadi masalah terhadap server.

Muja menambahkan, spesifikasi server saat ini lebih ringan dibandingkan dengan server tahun lalu, sehingga kecil kemungkinan terjadi kesalahan atau gangguan. (cem)