Menang Wakili NTB, Miss Indonesia 2017 Ingin Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di NTB

Mataram (Suara NTB) – Pertama dalam sejarah, wakil NTB bisa memenangkan kontes kecantikan di tingkat nasional. Ialah Achintya Holte Nilsen berhasil membawa pulang mahkota Miss Indonesia 2017 mengalahkan puluhan finalis lainnya dari seluruh Indonesia. Di akhir tahun mendatang, dara yang disapa Tya ini akan membawa nama Indonesia di ajang Miss World yang akan digelar di Tiongkok.

Kepada Suara NTB, tim manajemen Achintya, Deya mengharapkan dukungan masyarakat, khususnya masyarakat NTB agar perjalanan Tya sebagai Miss Indonesia 2017 berlangsung lancar, termasuk persiapannya membawa nama Indonesia di ajang Miss World mendatang. “Mohon doanya agar lancar segala persiapan ke depannya,” ujarnya dihubungi Minggu, 23 April 2017.

Iklan

Deya tak mengungkapkan lebih jauh rencana Achintya selanjutnya. Termasuk juga apakah ada rencana berkunjung ke NTB pascakemenangannya. Saat dihubungi akhir pekan kemarin, ia mengatakan Achintya masih dalam karantina dan belum ada acara pelepasan atau perpisahan (farewell) setelah malam puncak Miss Indonesia 2017. “Mohon maaf sekarang masih di dalam karantina, belum farewell, jadi masih dipegang resmi sama RCTI,” ujarnya.

Dalam akun Instagram Miss Indonesia 2017, Achintya mengatakan NTB merupakan provinsi yang membutuhkan pertumbuhan ekonomi. Melalui sektor pariwisata yang sedang berkembang pesat, ia ingin ikut ambil bagian. Ia ingin pariwisata di NTB ini mengedepankan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). “Harapan saya adalah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat luas dengan cara mengembangkan sustainable tourism beserta program-program lain yang langsung bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya. Di akun resminya, Tya juga mengungkapkan targetnya untuk meraih mahkota Miss World untuk Indonesia. Dalam dua tahun berturut, Indonesia hanya mampu sampai di tiga besar dan meraih juara ketiga atau runner up tiga. “Tahun ini, mahkota Miss World milik Indonesia,” tulisnya.

Terkait Achintya yang mewakili NTB namun diketahui kelahiran Denpasar, Bali ini, Kepala Departemen Komunikasi Pemasaran (Head of Marketing Communication Department-Marketing Off-Air Department) RCTI, Wahyu Ramadhan menjelaskan terdapat sejumlah proses dan mekanisme yang harus dilalui para finalis untuk memenangi Miss Indonesia.

“Pertama kita adakan audisi di kota-kota besar dan special hunt di beberapa kota di Indonesia. Kebanyakan para perwakilan dari provinsi itu datang dan mendaftar di kota besar itu,” jelasnya kepada suarantb.com, Senin (24/4/2017). Jika dalam proses itu ternyata ada provinsi yang belum memiliki wakil, maka pihaknya selaku panitia akan menugaskan kandidat lain untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun dengan catatan, kandidat tersebut harus memahami dengan baik budaya dan kondisi daerah yang diwakilinya.

Ketika tahun ini pihaknya mengetahui kekosongan perwakilan dari NTB, maka pihaknya menugaskan Achintya mewakil daerah ini. “Karena yang kami cari bukan Miss Provinsi, tapi Miss Indonesia,” ujarnya. Jika memang ada perwakilan dari daerah, pihaknya akan senang dan terbuka untuk menerima. Ia akan sangat mengapresiasi jika pemerintah daerah dan masyarakat NTB dapat mengajukan kandidat yang akan mewakili NTB di ajang Miss Indonesia selanjutnya, dengan catatan harus memenuhi syarat.

Masyarakat NTB menurut Wahyu harus berbangga  karena perwakilan yang membawa nama daerah ini akan mewakili Indonesia di ajang Miss World. Karenanya NTB akan semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri, tapi dunia. “Kalau saya jadi orang NTB, saya harus bangga. Selain diwakili oleh orang yang humble, cantik, pintar, dan cerdas, ini juga akan membawa nama NTB dalam ajang Miss World nanti,” paparnya. (ynt/hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here