Memprihatinkan, Peredaran Narkoba di Loteng

Praya (Suara NTB) – Kasus perdaran narkoba di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memasuki tahun 2017 ini, kian mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, hanya dalam kurun waktu satu setengah bulan saja sebanyak 7 kasus peredaran narkoba berhasil diungkap jajaran Polres Loteng. Itu artinya, masih banyak kasus peredaran narkoba yang belum bisa diungkap.

Kasat Resnarkoba Polres Loteng, Iptu Ery Armunanto, kepada Suara NTB, Sabtu, 18 Februari 2017 mengatakan, dari jumlah kasus peredaran narkoba yang diungkap ada 16 tersangka yang diamankan. Empat orang di antaranya merupakan anak di bawah umur. Sisanya orang dewasa.

Iklan

Terhadap empat tersangka anak di bawah umur, saat ini sudah diserahkan ke BNP Provinsi NTB untuk menjalani proses rehabilitasi. Sementara untuk terdakwa dewasa, berkas perkaranya tetap dilanjutkan ke proses persidangan.

“Sesuai undang-undang, untuk tersangka narkoba anak di bawah umur, tindakan berupa rehabilitasi. Kalau tersangka yang dewasa, proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang ada,” terangnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah peredaran narkoba yang bisa diungkap tahun lalu, angka tahun ini terbilang cukup tinggi. Pasalnya, tahun lalu kasus narkoba yang diungkap hanya 24 kasus dengan pelaku sekitar 30 orang.

“Bandingkan dengan tahun ini, baru satu setengah bulan sudah sekitar seperti tiga jumlah kasus tahun lalu,” sebut Ery.

Adapun tersangka sudah setengah dari jumlah tersangka yang tertangkap tahun lalu. Artinya, kasus peredara narkoba sudah begitu parah, sehingga butuh penanganan serius. Penanganan bukan hanya oleh pihak kepolisian saja, tapi oleh semua pihaknya, termasuk dalam hal ini pemerintah daerah.

Kalau kemudian hanya mengandalkan aparat kepolisian, penanganan kasus narkoba jelas tidak akan maksimal. Di samping ketebatasan sisi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Begitu juga, dalam hal dukungan anggaran, pihak kepolisian juga terbatas.

Di satu sisi, penanganan kasus narkoba bukan ansih pada persoalan penindakan semata. Tetapi juga pada upaya-upaya pencegahan dan antisipasi. Dan, justru itu yang jauh lebih penting untuk dilakukan. “Karena bagaimana pun keras upaya penindakan yang dilakukan aparat kepolisian, tidak akan bisa maksimal, kalau tidak didukung upaya pencegahan,” tambahnya.

Sehingga penting kemudian ada BNK di Loteng. Karena kalau sudah ada BNK, maka ruang gerak akan lebih luas. Dukungan SDM dan anggaran kalau sudah ada BNK tentunya akan lebih memadai. “Bicara penanganan narkoba harus komprehensif. Melibatkan semua pihak. Mulai dari kepolisian hingga pemerintah,” tegas mantan Kaur. Bin. Ops. Satreskrim Polres Loteng ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here